
KECEWA: Arema FC yang statusnya hanya menumpang di Bali harus jadi pelajaran Aremania agar menerima konsekuensi Derbi Jatim kontra Persebaya Surabaya digelar tanpa penonton. (Arema FC)
JawaPos.com — Pertarungan sengit antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dalam Derbi Jatim, Rabu (27/3), tak hanya menjadi ajang pembuktian di lapangan, tetapi juga memunculkan beragam opini dan kekecewaan di kalangan Aremania.
Dalam laga yang krusial ini, kehadiran para suporter diyakini dapat memberikan energi tambahan bagi Arema FC. Namun, kenyataannya keputusan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton telah membuat atmosfer laga menjadi berbeda.
Tak sedikit Aremania yang menyatakan pendapat mereka mengenai keputusan ini. Bagi sebagian dari mereka, keputusan untuk melarang penonton hadir di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, bukanlah sekadar kebijakan biasa. Pasalnya, dalam laga yang seharusnya menjadi milik Arema FC di depan Aremania, kehilangan dukungan langsung dari para suporter bisa menjadi pukulan tersendiri bagi tim kebanggaan mereka.
Sebagaimana diungkapkan oleh akun Instagram @feripratama12, keputusan ini tak lepas dari rekomendasi petugas keamanan setempat, yang mungkin menganggap bahwa adanya suporter dari tim tamu dapat menimbulkan potensi kerusuhan atau gangguan keamanan. Hal ini pun memaksa panitia pelaksana (Panpel) Arema untuk tidak menjual tiket, sehingga keuntungan finansial yang biasanya mereka dapatkan dari penjualan tiket pertandingan juga terpaksa terkikis.
Tentu saja, kekecewaan Aremania tak hanya muncul karena kehilangan kesempatan untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka, tetapi juga karena adanya dugaan bahwa keputusan ini dibuat demi prinsip keadilan. Ada opini yang menyiratkan bahwa dengan melarang kehadiran penonton dari kedua tim, maka pertandingan akan berlangsung lebih adil.
Namun, hal ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keputusan serupa di laga-laga sebelumnya, di mana Persebaya Surabaya masih dapat menggelar pertandingan di kandangnya dengan dukungan penuh dari para pendukungnya.
Dalam konteks ini, pertanyaan mengenai keadilan muncul ke permukaan. Apakah keputusan ini benar-benar dibuat untuk menjaga keadilan, ataukah ada faktor lain yang memengaruhi, seperti keamanan dan kenyamanan bagi kedua tim?
Pendukung Arema FC juga mengungkapkan ketidakpuasan mereka melalui berbagai media sosial. Sebagaimana yang diungkapkan oleh akun Instagram @toban_jr, banyak yang mempertanyakan alasan di balik keputusan ini, terutama mengingat bahwa pada pertemuan sebelumnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Arema FC juga harus bermain di tengah ribuan suporter Persebaya.
Namun, tak hanya Aremania yang kecewa, tapi juga pihak Arema FC sendiri. Bagi mereka, keputusan ini bisa mengurangi semangat dan motivasi para pemain, yang biasanya mendapat dukungan langsung dari Aremania di setiap pertandingan kandang. Selain itu, kehadiran penonton juga menjadi faktor penentu dalam menciptakan atmosfer yang membara di stadion, yang kadang-kadang bisa menjadi kelebihan tersendiri bagi tim tuan rumah.
Meski begitu, ada pula suara yang menyoroti fakta bahwa tanpa keputusan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton, stadion juga akan tetap sepi. Sebagaimana diungkapkan oleh akun Instagram @arekmalang011022, catatan penjualan tiket Arema FC di kandang tidaklah membanggakan, dengan hanya 136 lembar tiket terjual dari 15 pertandingan kandang yang sudah dilakoni musim ini.
Mungkin, meskipun keputusan ini mengecewakan bagi Aremania, namun situasi ini juga menjadi refleksi bagi Arema FC untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan interaksi dengan para suporter mereka. Bukan hanya sebagai sumber dukungan finansial, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan kebanggaan klub.
Dalam suasana yang penuh dengan pro dan kontra, satu hal yang pasti adalah bahwa Derbi Jatim kali ini akan menjadi pertandingan yang unik dan penuh dengan emosi. Meskipun tanpa kehadiran suporter langsung di stadion, namun semangat dan dukungan dari Aremania tetap akan terasa di seluruh penjuru lapangan. Bagi Arema FC, ini adalah saat yang tepat untuk membuktikan bahwa mereka mampu menghadapi segala tantangan, termasuk bermain di tengah hening tanpa sorak sorai Aremania.
Sejalan dengan semangat Arema FC, Aremania juga akan terus memberikan dukungan penuh, meskipun dari kejauhan. Kehadiran mereka, baik di stadion maupun melalui media sosial, akan menjadi inspirasi bagi para pemain untuk memberikan yang terbaik dan meraih kemenangan. Hanya dengan solidaritas dan semangat juang yang tak kenal lelah, kedua tim akan mampu menciptakan pertandingan yang penuh gengsi dan memikat, menjadikan Derbi Jatim sebagai salah satu momen yang tak terlupakan dalam sejarah panjang rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
