
JEJAK RIVALITAS: Ze Valente (depan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Arema FC di laga Derbi Jawa Timur. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Derbi Jatim menjadi sorotan pada akhir pekan ini, dengan pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Kapten I Wayan Dipta Stadium, Bali, Rabu (27/3/2024) malam.
Pertemuan antara kedua tim ini selalu menyulut persaingan sengit di lapangan, dengan dukungan luar biasa dari suporter mereka, Aremania dan Bonek.
Kedua kelompok suporter ini dikenal memiliki hubungan yang kurang baik, bahkan sempat lama tidak pernah bertemu satu sama lain di stadion karena rivalitas yang mengakar. Namun, laga kali ini akan digelar tanpa penonton tamu karena dampak tragedi Kanjuruhan yang sempat menghentikan kompetisi Liga Indonesia, sehingga ketegangan di tribun mungkin tidak seintens biasanya.
Rivalitas antara Arema dan Persebaya bukanlah hal baru. Mereka lahir dari dua kota terbesar di Jawa Timur, Malang dan Surabaya, dan sejarah panjang perseteruan antara mereka telah membentuk rivalitas yang kuat.
Salah satu insiden yang menjadi pemicu rivalitas adalah kejadian pada 26 Desember 1995 ketika Persema Malang menjamu Persebaya Surabaya, di mana bus pemain Persebaya Surabaya diserang oleh sekelompok suporter Ngalamania di Malang.
Akibatnya, pemain Persebaya Surabaya, M. Nurkiman, mengalami luka serius pada mata kirinya yang menyebabkan cacat permanen. Insiden ini disinyalir menjadi awal perseteruan antara Bonek dan Aremania.
Meskipun lahir pada era yang berbeda, baik Arema FC maupun Persebaya Surabaya memiliki sejarah prestasi yang mengesankan. Persebaya Surabaya, didirikan pada 18 Juni 1927, telah meraih empat gelar Perserikatan, sementara Arema, yang didirikan pada 11 Agustus 1987, menjadi juara Galatama pada 1992.
Pertemuan pertama antara Arema FC dan Persebaya Surabaya terjadi pada Piala Utama 1992, di mana Persebaya Surabaya keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Namun, rivalitas antara suporter kedua tim mulai memanas pada musim 1994/1995, ketika Perserikatan dan Galatama bergabung menjadi Liga Indonesia.
Persebaya Surabaya telah meraih dua gelar Divisi Utama Liga Indonesia, sementara Arema FC menjadi juara Indonesia Super League 2009/2010. Musim tersebut menjadi puncak rivalitas antara kedua klub, di mana Arema FC keluar sebagai juara sementara Persebaya Surabaya terdegradasi.
Selain perseteruan di lapangan, kedua klub juga mengalami masalah dualisme internal. Meskipun Persebaya Surabaya telah menyelesaikan masalahnya dengan menuntut tim kloningan berganti nama menjadi Bhayangkara FC, Arema FC masih berjuang dengan dualisme klub yang belum terselesaikan.
Dalam setiap pertemuan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, tensi rivalitas selalu terasa di udara. Namun, di balik persaingan yang ketat, ada juga sosok-sosok legenda yang memperkaya sejarah kedua klub, seperti Aji Santoso yang merupakan ikon bagi Arema FC dan Persebaya Surabaya.
Rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya bukan hanya sekadar persaingan di lapangan, tetapi juga cerminan dari kedua kota besar di Jawa Timur. Meskipun suporter kedua klub seringkali saling berselisih, namun mereka juga menjadi bagian integral dari kebanggaan dan identitas kota mereka masing-masing.
Dengan deretan prestasi dan sejarah panjang yang dimiliki kedua klub, rivalitas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya akan terus menjadi cerita menarik dalam dunia sepak bola Indonesia, menciptakan momen-momen epik yang akan dikenang selamanya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
