Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Maret 2024 | 23.41 WIB

Cerita Amir Burhannudin Ada Sosok yang Membuat Dirinya Mantap Selamatkan Deltras Sidoarjo

CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhannudin. - Image

CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhannudin.

JawaPos.com – Sebelum masuk sebagai CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhannudin adalah pengurus Asprov PSSI Jawa Timur. Dia paham betul kondisi beberapa klub di Jawa timur, salah satunya klub kebanggan warga Sidoarjo, Deltras Sidoarjo.

Amir mengamati bahwa Deltras sejak 2017 mempunyai masalah yang sangat besar. Saat itu ia menerima scholar surat dari PSSI yang memperlihatkan kondisi Deltras. Surat tersebut ternyata surat terusan dari FIFA yang mejelaskan berbagai macam masalah di klub berjuluk The Lobster tersebut.

“Deltras ternyata mempunyai masalah luar negeri yang cukup kompleks, sehingga harus menjalani berbagai sanksi,” ucap Amir dilansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group).

Lambatnya menyelesaikan masalah membuat poin Deltras pernah dikurangi saat berkompetisi di Liga 3 2018. Hal tersebut memicu dirinya semakin penasaran untuk mencari tahu lebih dalam.

Pada tahun 2021 PSSI Jawa timur kembali menggulirkan kompetisi Liga 3. Sehingga Deltras yang belum mampu menyelesaikan masalahnya terancam akan sanksi, yakni dilarang mengikuti kompetisi. Dalam waktu yang bersamaan terjadi gejolak para suporter dengan bupati di Sidoarjo.

Kemudian ia mendengar adanya upaya dari mereka untuk menyelesaikan segala permasalahan yang ada. Amir menyebut ada salah satu tokoh Sidoarjo yang meminta tolong pada Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh. Saat itu pula ia dipanggil dan langsung menjelaskan masalah yang dialami Deltras.

Ia juga memberikan alternatif langkah solusi yang harus diambil. Mendengar penjelasannya ia diberi mandat untuk membantu menyelesaikan masalah Deltras

“Akhirnya saya berusaha berkomunikasi dengan pihak-pihak luar negeri, karena itu yang harus diselesaikannya terlebih dahulu, karena kaitannya dengan keputusan hukum yang sudah keluar yaitu keputusan FIFA,” ujar Amir.

Ia mencari para pemain lama yang gajinya masih ditunggak. Komunikasi yang dilakukan secara terus menerus akhirnya membuahkan hasil kesepakatan baik dengan pemain. Kemudian ia melaporkan ke seseorang yang tidak bisa ia sebutkan namanya. Akan tetapi, ternyata gagal karena orang tersebut tak dapat dihubungi.

Hal tersebut sangat riskan jika Deltras tak mampu menyelesaikan masalah sebagaimana tenggat waktu yang disepakati. Dari situ ia kemudian berinisiatif untuk mengambil alih Deltras. Dan hal tersebut ia sampaikan ke Ketua PSSI Jawa Timur.

“Saat itu Pak Riyadh mengatakan begini, kalau kamu berani ayok, terus saya menyatakan, kalau Pak Riyadh dan teman-teman berdiri di belakang saya, saya tidak ada takut,” jelas Amir.

Melihat ketegasan Amir, Riyadh pun mendorong dirinya untuk menuntaskan masalah yang dimiliki oleh Deltras. Kemudian ia ditunjuk sebagai CEO oleh Owner Deltras.

Selama setahun menjabat ia sudah menyelesaikan segala masalah luar negeri yang dimilki oleh Deltras. “Dan clear FIFA memberikan konfirmasi Cease Deltras selesai,” ceritanya.

Setelah itu ia kemudian kembali mengikutkan Deltras untuk berkompetisi di Liga 3 Jawa Timur. Karena mepet ia pun banyak mengambil para pemain yang sudah jadi.

“Ketika tim ini kita urus dengan benar, pemainnya pemain baik, pelatihnya baik, manajemenya oke, kebutuhan menjelang pertandingan terpenuhi, tim ini berjalan dengan baik dan poinnya adalah kita bisa promosi ke Liga 2,” pungkas Amir.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore