
Foto kiri, Didik Liestyantono bersama Tony Firmansyah.
Toni Firmansyah disebut-sebut sebagai wonderkid Persebaya. Dia diprediksi sebagai calon pemain bintang Persebaya Surabaya dan Tim Nasional Indonesia. Bagaimana dia meniti kariernya?
Sidiq Prasetyo, Surabaya
JawaPos.com - Sebuah foto ditunjukkan Didik Listiyantono. Ada seorang anak debgan jersey merah yang memegang trofi juara sebuah kejuaraan sepak bola kelompok umur di Jakarta.
"Ini Oon. Sekarang orang lebih mengenal nama aslinya Toni Firmansyah," kata Didik.
Ketika itu, pelatih asal Masaran, Sragen, Jawa Tengah tersebut tengah dipercaya menangani sebuah akademi sepak bola untuk pemain-pemain muda, SRA. Lokasi latihan dan mess pemain ada di sebuah desa yang masuk wilayah Sedati, Sidoarjo.
"Oon didatangkan dari klub Mars Benowo. Dia dipinjam dan ikut berlatih," ungkap Didik.
Saat di SRA, usia Toni belum cukup 15 tahun. Namun, badannya sudah gempal layaknya sekarang.
"Tony saya mainkan sebagai penyerang. Kalau sekarang kan dia gelandang," ujar Didik yang mempunyai lisensi kepelatihan A AFC itu.
Pertimbangannya, ungkap Didik, karena Toni mempunyai tendangan yang keras untuk anak seusianya. Anak asuhnya itu juga berani duel dengan pemain belakang lawan.
"Oon jadi top skor ketika kami juara di Jakarta. Dalam setiap pertandingan, Oon selalu cetak gol," terang Didik.
Selain itu, dia juga memuji semangat Toni dalam berlatih. Sebab, jarak antara rumah dan tempat latihan sangat jauh dan bisa memakan waktu 1 jam lebih perjalanan.
"Hanya kadang Toni absen. Bukan karena malas tapi main tarkam sampai ke Tulungagung dan Kediri," lanjut Didik yang pernah menjadi head coach DI PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Persis Solo itu.
Dia pun memaklumi dan tidak melarang. Toni terus terang absen latihan karena mencari uang dari ajang tarkam.
"Tapi kalau tidak ada agenda tarkam, Oon pasti latihan di SRA. Bahkan oleh pemilik SRA (Nanang), Oon mau dibeli dan dipermanenkan menjadi milik SRA," ujar Didik.
Namun, keinginan itu tidak jadi terlaksana. Didik pernah mengajak Toni ke Akademi Persib Bandung yang ditanganinya. Jika itu terjadi, bisa jadi sekarang Toni berkostum Maung Bandung, julukan Persib.
"Oon tidak mau. Katanya jauh dan hanya mau di sekitar Surabaya," tutur Didik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
