
Sho Yamamoto terlihat melambaikan tangan dan senyuman tipis untuk menghormati para Bonek yang pernah mendukungnya ketika berseragam Green Force. (Instagram Official Persis Solo)
JawaPos.com - Mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini bermain untuk Persis Solo, Sho Yamamoto, harus beradaptasi dengan tim barunya. Sebab, pemain asal Jepang tersebut harus merasakan pergantian pelatih, meski baru saja bergabung dengan Laskar Sambernyawa.
Sebelumnya, ia didatangkan Persis Solo dari Persebaya Surabaya di paruh kedua Liga 1 musim ini, yang saat itu masih dilatih oleh pelatih asal Meksiko, Leonardo Medina.
Hingga pada akhirnya, Medina dipecat oleh manajemen, kemudian mengumumkan Milomir Seslija sebagai nakhoda baru, pada saat jeda Piala Asia 2023, 9 Januari silam.
Keberadaan Milo - sapaan akrab Milomir Seslija, sebagai pelatih Persis Solo, sejauh ini membawa gairah baru untuk Laskar Sambernyawa. Sebab, dari 2 laga yang ia jalani, 4 poin telah dikumpulkan. Terlebih, kemenangan mereka raih melawan Madura United di kandang, dan 1 poin berhasil diamankan saat dijamu Persib Bandung di GBLA.
Dari gemilangnya permainan Persis Solo, Sho Yamamoto menjadi pemain yang dicap paling "sibuk" dalam sistem yang dijalankan Milo.
Terlebih, dalam laga kontra Persib Bandung di Gelora Bandung Lautan Api, pemain berusia 27 tahun tersebut bermain di 3 posisi sekaligus.
Mulanya, sang pemain dimainkan sebagai gelandang bertahan oleh Milo, berduet bersama Kanu Helmiawan. Padahal di posisi tersebut, ada beberapa pemain yang berposisi murni sebagai gelandang bertahan dan berada di bangku cadangan, seperti Taufiq Febrianto dan Shulton Fajar.
Tak berhenti sampai di situ, Sho dikembalikan ke posisi aslinya saat masih di Persebaya, yakni di sayap kiri, bergantian dengan Moussa Sidibe yang digeser ke kanan oleh Milo.
Menariknya, saat Gavin Kwan ditarik keluar, Sho Yamamoto justru yang menggantikannya di posisi bek kanan. Hal tersebut membuat pemain asal Jepang itu bermain dalam 3 posisi dalam 1 laga.
Sho Yamamoto menjadi korban eksodus pemain asing Persebaya, bersamaan dengan Paulo Victor dan Ze Valente. Padahal pada musim kemarin, Sho menjadi andalan Green Force asuhan Aji Santoso.
Bahkan, ia menjadi salah satu pelaku "history maker" dalam Tragedi Kanjuruhan, karena golnya yang saat itu memenangkan Persebaya di markas Arema FC. Kala itu, ia lebih banyak dimainkan di posisi sayap kanan, sebab posisi sayap kiri telah diisi oleh Bruno Moreira.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
