
Arkhan Kaka dan Purwanto
JawaPos.com-Meski berstatus anak seorang mantan striker tim nasional (timnas), perjuangan Arkhan Kaka untuk mengenakan jersey timnas tak semudah membalikkan telapak tangan. Kaka bahkan pernah gagal mengikuti seleksi.
---Rizka Perdana Putra, Sleman---
Kerja keras Arkhan Kaka untuk mengasah skill dan kemampuan olah bolanya membuahkan hasil. Dia terpilih masuk skuad Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara FC.
Nah, ketika membela Bhayangkara FC pada 2021 itulah, Kaka sempat mendapat panggilan seleksi timnas U-16 untuk kali pertama. Namun, hasilnya masih bertepuk sebelah tangan. Kaka tidak lolos seleksi.
Seleksi yang berlangsung pada Mei 2021 tersebut langsung dipimpin Bima Sakti yang kini menjadi pelatihnya di timnas U-16. Saat itu seleksi diikuti 169 pemain.
”Ketika itu dia dicoret, dia sedih. Tapi saya bilang sama Kaka, sepak bola seperti itu. Kalau kamu nggak punya kualitas nggak akan terpilih. Akhirnya, dia latihan terus,” jelas Purwanto, sang ayah.
Kaka pun terus menempa diri. Bersama tim EPA Bhayangkara FC, dia berhasil mencetak 10 gol. Catatan itu menjadi bukti bahwa Kaka sudah memiliki insting gol yang tinggi sejak berusia muda. Setelah itu, dia pindah ke tim Persis Solo Youth.
Penyerang asal Blitar tersebut ditangani langsung oleh Misha Radovic dan Rasiman. Di Persis inilah kemampuan Kaka dinilai berkembang sangat pesat.
Selama tiga bulan, Kaka tak hanya berhasil meningkatkan skill bolanya. Dari sisi fisik, badannya juga semakin kekar, teknik semakin oke. Dan yang paling penting secara mental mulai terbentuk.
”Selama tiga bulan saya tidak bertemu Kaka, ketika ketemu dia berbeda sekali. Saya lihat badannya, kedewasaannya, cara bermainnya, berkembang. Memang the best. Saya yakin ini karena coach Rasiman sama coach Misha juga,” kata Purwanto.
Tak heran, Kaka akhirnya terpilih ke dalam skuad timnas Indonesia U-16 yang bertanding di ajang Piala AFF U-16 lalu.
Dalam ajang tersebut, Kaka berhasil menyumbang dua gol dan mengantarkan Indonesia merebut gelar juara Piala AFF U-16 untuk kali kedua setelah 2018.
Meski Kaka moncer di timnas, Purwanto tetap tidak ingin memberi beban berlebih. Menurut dia, yang terpenting, Kaka bisa menjalani segala proses menjadi pemain sepak bola dengan baik.
”Saya tidak berharap penuh dia jadi pemain bola bagus. Yang penting dia bisa mengikuti proses untuk mewujudkan cita-citanya jadi pemain nasional, pemain liga. Biarkan proses yang berjalan,” ujar Purwanto yang di masa aktifnya pernah membela Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya.
”Masalah taktikal tidak perlu saya kasih tahu. Saya membimbing dia dari segi mental dan attitude. Saya hanya memotivasi sebagai seorang ayah, bukan seorang pelatih,” tandasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
