
KALAH: Ekspresi kekecewaan pemain Persebaya Surabaya seusai dikalahkan Persib Bandung 1-3 di laga penyisihan grup C Piala Presiden 2022 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (17/6). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Butuh Jadwal Segera Karena Berimpitan dengan Liga 2
Sejumlah klub antusias menyambut, tapi ada juga tim yang pontang-panting. Belum ada kejelasan waktu pelaksanaan, format penyelenggaraan, dan jadwal pertandingan.
TAUFIQ A., Jakarta, FARID M.-BAGUS P., Surabaya
---
”SI anak hilang” itu akhirnya kembali. Tentu saja semua menyambutnya dengan riang. ”Ini ajang penting dan bergengsi. Apalagi, juaranya berhak ke pentas Asia,” kata Thomas Doll, pelatih Persija Jakarta.
Dua tim dari Liga 2 dan 3, Gresik United dan Farmel FC, bahkan sudah memasang target. Minimal lolos ke babak 64 besar.
”Kami akan buktikan bahwa Gresik United serius dalam menjalani semua laga,” tegas CEO Gresik United Muhammad Allan.
”Syukur-syukur bisa bikin kejutan dan lanjut ke babak berikutnya,” ujar Eko Prasetyo, pemilik klub Liga 3 Farmel FC.
Ya, si anak hilang itu adalah Piala Indonesia. Surat edaran PSSI bernomor 2312/PGD/223/VI-2022 memberikan kabar bahwa Piala Indonesia yang sudah tiga tahun vakum akan kembali diadakan. Meski, sampai kemarin (8/7), waktu pelaksanaan dan konsepnya belum bisa dijelaskan secara detail oleh PSSI.
Sepanjang sejarah eksistensinya yang dimulai pada 2005, Piala Indonesia memang hidup segan mati tak mau. Seperti dihelat seingat PSSI saja. Sempat diselenggarakan rutin tahunan pada 2005–2010. Kemudian, Piala Indonesia berhenti dan baru diadakan lagi pada 2012–2013, lalu vakum lama sampai 2018–2019. Dan, pandemi Covid-19 membuatnya terhenti tiga tahun terakhir.
Piala Indonesia 2022–2023 akan diikuti 64 klub. Perinciannya, 18 klub Liga 1, 28 klub Liga 2, dan 18 klub Liga 3. Ke-64 tim akan di-drawing untuk mengarungi 64 besar. Tim pemenang akan melaju ke 32 besar, lalu 16 besar, 8 besar, semifinal, dan final. Juara pada Piala Indonesia 2022–2023 berpotensi mewakili Indonesia pada Piala AFC 2023.
”Format dan lain sebagainya masih dibahas dengan broadcaster dan sponsor,” ungkap Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi kepada Jawa Pos kemarin.
Tampilnya PSM Makassar di Piala AFC musim ini juga terjadi berkat keberhasilan mereka menjuarai Piala Indonesia edisi terakhir sebelum pandemi. Iming-iming ke Asia itulah yang membuat banyak klub di berbagai strata kompetisi antusias.
Deltras Sidoarjo, salah satunya. Amir Burhanuddin, CEO klub Liga 2 tersebut, memastikan timnya bakal tampil habis-habisan di ajang itu.
Karena itu, dia berharap ada kepastian jadwal Piala Indonesia. ”Jadwal Piala Indonesia ini bakal berimpitan dengan Liga 2. Kami ingin PSSI segera merilis kepastian jadwal Piala Indoensia. Dengan begitu, klub bisa segera menyusun perencanaan untuk musim ini,” tuturnya.
Tak kalah pentingnya adalah format penyelenggaraan. Apakah model home tournament atau home and away? Atau mengadopsi aturan Piala FA dengan satu leg saja.
Namun, tidak semua klub seantusias itu. Persida Sidoarjo termasuk salah satu klub yang malah pontang-panting menyambut Piala Indonesia. Sebab, setelah selesai bertarung di Liga 3 2022, skuad langsung dibubarkan. Tidak ada pemain ataupun pelatih dalam skuad Persida saat ini.
Ketua Askab Sidoarjo Budi Basuki menyatakan, pihaknya akan menyiapkan kerangka ofisialnya dulu. Setelah manajemen terbentuk, baru tim akan langsung disusun. Termasuk memilih pelatih Persida musim ini. ”Soal pelatih, kami serahkan nanti kepada manajer. Siapa yang dipilih, itu kewenangan manajer,” jelas Budi.
Musim lalu Persida ditangani Istiko Hadi. Dia mampu membawa Persida sampai ke babak 16 besar Liga 3 nasional. ”Yang jelas, masih ada waktu yang cukup bagi kami untuk menyiapkan kerangka tim. Mulai pelatih sampai pemain,” tandas Budi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
