
Mario Karlovic menjadi pemain Asia yang dicintai oleh Bonek di Persebaya Surabaya. (Jawa Pos)
JawaPos.com – Sebagai salah satu pemain asing yang meninggalkan jejak mendalam di panggung sepak bola Indonesia, Mario Karlovic, gelandang asal Australia, berhasil mencuri perhatian publik Indonesia selama membela Persebaya Surabaya dari 2011 hingga 2013.
Dengan 66 penampilan dan 16 gol, Mario Karlovic menjadi sosok yang tak terlupakan di tengah gemerlap sepak bola Indonesia. Artikel ini akan membahas secara rinci profil lengkap Mario Karlovic, perjalanan karier briliannya, serta pengaruhnya bagi Persebaya Surabaya.
Karier Awal dan Kiprah di Australia
Mario Karlovic lahir pada 29 Mei 1984 di Adelaide, Australia. Dia memulai karier sepakbolanya di Adelaide City Force pada tahun 2000, dan segera menarik perhatian dengan kemampuan bermainnya yang kreatif. Sebagai gelandang serang, Mario Karlovic tidak hanya mampu menciptakan peluang, tetapi juga memiliki kemampuan dalam penguasaan bola dan tendangan bebas yang mematikan.
Pada usia 15 tahun, Mario Karlovic bergabung dengan Adelaide City Force dan segera membuat dampak di panggung sepak bola lokal. Kariernya semakin bersinar ketika ia mewakili Joeys Australia di Kualifikasi Piala Dunia U-17.
Melangkah ke Dunia Sepak Bola Eropa, Italia Menjadi Panggungnya
Pada 2002, Mario Karlovic dijual ke klub Serie B Italia, A.S. Cittadella, setelah ketertarikan dari AC Milan yang akhirnya tidak terwujud karena cedera kaki yang dialaminya. Meskipun AC Milan menunjukkan minat, dia tetap melanjutkan karier sepak bola profesionalnya di Italia.
Tinggal di Italia membuka pintu bagi Mario Karlovic untuk merintis karier di berbagai klub, termasuk Torino F.C., FC Chiasso (yang dilatih oleh Attilio Lombardo), dan AS Viterbese. Kendati mengalami beberapa cobaan dan cedera, Mario Karlovic tetap berkembang dan menunjukkan kualitasnya di lapangan.
Persembahan Gemilang di Liga Primer Indonesia Bersama Minangkabau FC dan Persebaya Surabaya
Pada 2010, Mario Karlovic menandatangani kontrak dengan Minangkabau F.C. di Liga Primer Indonesia. Dalam 18 pertandingan bersama klub tersebut, ia mencetak 3 gol dan membantu tim finis di tabel pertengahan. Keberhasilannya bersama Minangkabau F.C. menarik perhatian Persebaya Surabaya pada 2011.
Mario Karlovic kemudian menjadi bagian integral dari Persebaya Surabaya selama dua musim (2011-2013). Dengan 66 penampilan dan kontribusi mencetak 16 gol, ia menjadi sosok yang diandalkan di lini tengah Persebaya Surabaya. Keberhasilan tim mencapai papan tengah Liga Primer Indonesia selama kepemimpinan Mario Karlovic menunjukkan kualitas dan kepemimpinan sepak bolanya.
Salah satu ucapan paling menarik dari Mario Karlovic ketika membela Persebaya Surabaya di era dualisme kompetisi adalah “You Can't Buy History, History Can Only Be Made”, sebuah ucapan yang membekas di hati terdalam Bonek ketika sedang berjuang mengembalikan Persebaya Surabaya yang “dihabisi” oleh federasi saat itu.
Prestasi dan Penghargaan
Prestasi gemilang Mario Karlovic bersama Persebaya Surabaya tidak hanya tercermin dalam statistik penampilannya, tetapi juga diakui dalam panggung internasional. Pada 2012, Mario Karlovic bahkan terpilih untuk bergabung dalam skuad Indonesia Selection yang menghadapi Inter Milan dalam uji coba.
Meskipun uji coba tersebut berakhir dengan kekalahan 3-0 dari Inter Milan, gaya permainan dan kontribusi Mario Karlovic mendapat apresiasi tinggi dari penonton dan pihak sepak bola Indonesia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
