
Para pemain dan staf pelatih Persebaya Surabaya merayakan keberhasilan menjuarai Liga Indonesia 2004. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com – Setelah keluar sebagai juara Divisi 1 Liga Indonesia 2003 (Liga 2), Persebaya benar-benar menyiapkan timnya untuk mengarungi Divisi Utama Liga Indonesia 2004 (Liga 1).
Seperti di musim 2003, Divisi Utama Liga Indonesia 2004 atau Liga Bank Mandiri 2004 (mengacu pada sponsor utama kompetisi) masih menggunakan sistem double round-robin.
Bintang lokal menjadi rekrutan penting ketika itu, sebut saja Hendro Kartiko, Kurniawan Dwi Yulianto, Yeyen Tumena, Anang Ma’ruf, Bejo Sugiantoro, Uston Nawawi. Di sisi legiun asing ada nama Danilo Fernando dan Christian Carrasco.
Barisan pemain yang ikut membawa Persebaya juara Divisi 1 Liga Indonesia 2003 seperti Khairil Anwar, Endra Prasetya, Mursyid Effendi, dan Leonardo Gutierrez juga dipagari agar tidak menyebrang ke tim lawan. Ditambah pelatih kepala yang masih dinahkodai oleh Jacksen F. Tiago.
Tiga kekuatan tim tradisional sepak bola Indonesia seperti PSM, Persija, dan Persebaya, harus saling sikut hingga pertandingan terakhir untuk merebut gelar juara. Persebaya berhasil keluar sebagai juara berkat surplus selisih gol dari runner-up PSM yang sama-sama mengemas 61 poin.
Tapi, apakah Persebaya benar-benar tampil superior dalam kompetisi tersebut? Mari kita bedah bersama.
Grafis klasemen Liga Indonesia 2004. (Jawapos.com/Moch Rizky Pratama Putra)
MENANG
Grafis data kemenangan di Liga Indonesia 2004. (Jawapos.com/Moch Rizky Pratama Putra)
Dari tabel klasemen jumlah kemenangan di atas, rata-rata kemenangan yang dihasilkan dari kompetisi adalah 13 kali kemenangan. Ada 7 tim yang berhasil mengemas kemenangan melampaui rata-rata. Sisanya, ada 11 tim memperoleh kemenangan di bawah rata-rata.
Persija tampil superior dalam urusan mengemas kemenangan, ada 18 kali kemenangan yang berhasil mereka kantongi dari tim lawan. Sedangkan Persebaya harus puas menempati posisi kedua bersama PSM yang sama-sama mengemas 17 kali kemenangan.
“Persebaya berhasil mengemas 17 kali kemenangan, lebih sedikit 1 pertandingan dari Persija.”
SERI
Grafis data seri di Liga Indonesia 2004. (Jawapos.com/Moch Rizky Pratama Putra)
Dari tabel klasemen jumlah seri di atas, rata-rata seri yang dihasilkan dari kompetisi adalah 8 kali. Ada 10 tim yang sering berbagi angka dan melampaui rata-rata. Sisanya, ada 8 tim memperoleh hasil seri di bawah rata-rata.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
