
Para pemain Deltras Sidoarjo saat menjalani sesi latihan menjelang babak 12 besar Liga 2. (Radar Sidoarjo)
JawaPos.com – Deltras Sidoarjo, yang dikenal dengan julukan The Lobster, tengah mengukir rencana baru terkait home base mereka untuk babak 12 besar Liga 2.
Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) sedang menjalani tahap renovasi akhir Desember ini, mendorong klub untuk mencari alternatif tempat bermain.
Dilansir dari Radar Sidoarjo, CEO Deltras Sidoarjo, Amir Burhannudin, membenarkan bahwa mata mereka kini tertuju pada Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya sebagai opsi sementara.
"Kita mulai melirik Gelora Bung Tomo sebagai salah satu alternatif home base Deltras, mengingat akhir Desember stadion GDS masuk tahap renovasi," ungkap Amir.
Alasan pemilihan GBT bukan hanya karena jarak yang tidak terlampau jauh antara Sidoarjo dan Surabaya, tetapi juga mempertimbangkan fasilitas latihan. Meskipun pembicaraan dengan pihak terkait masih dalam tahap awal, manajemen optimistis bisa menjalin negosiasi yang menguntungkan.
Pelatih Deltras Sidoarjo, Widodo Cahyono Putro, memberikan pandangannya terkait perpindahan home base. Dia mengakui bahwa adaptasi akan menjadi tantangan, namun yakin anak-anak asuhnya, termasuk Rendra Teddy, akan mampu beradaptasi dengan cepat.
"Tentunya untuk home base berpengaruh cukup besar, di mana perpindahan pun butuh adaptasi. Kami akan cepat beradaptasi dengan lapangan yang baru,” jelas Widodo Cahyono Putro.
Selain GBT, manajemen Deltras juga mempertimbangkan stadion alternatif di Jawa Timur, seperti Kediri dan Blitar. Meskipun keputusan ini menjadi langkah strategis bagi Deltras Sidoarjo, pertanyaan muncul apakah jadwal mereka akan berbenturan dengan Persebaya Surabaya, yang juga memilih GBT sebagai kandang mereka.
Sebuah pertemuan seru di lapangan hijau tidak hanya akan menentukan pemenang di atas kertas, tetapi juga dalam hal kewibawaan di kandang baru.
Alternatif lain ada Stadion Brawijaya Kediri
Stadion Brawijaya, terletak di Kota Kediri, Jawa Timur, merupakan sarang bagi klub sepak bola bersejarah, Persik Kediri. Meski telah mengalami renovasi pada tahun 2000, stadion yang berdiri sejak 1983 ini memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 15.000 penonton.
Namun, kondisinya yang kini dianggap kurang mendukung menjadi markas bagi tim bersejarah seperti Persik Kediri menjadi sorotan. Klub ini, yang telah meraih dua gelar juara Liga Indonesia dan membanggakan Kediri serta Indonesia di panggung Asia melalui Liga Champions AFC, kini menghadapi keterbatasan fasilitas.
Berbeda dengan klub besar lain yang diberikan fasilitas memadai, Persik Kediri, sebagai klub lokal, mengukir prestasinya dengan perjuangan keras, dari dasar hingga menjadi kebanggaan sepak bola Indonesia.
Oleh karena itu, harapan muncul untuk memberikan dukungan yang setara bagi klub bersejarah ini, memastikan bahwa Persik Kediri memiliki stadion yang memadai layaknya klub besar lainnya, membangkitkan kembali kejayaan sepak bola Kediri.
Ada juga Stadion Supriyadi Blitar

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
