
David Da Silva sejauh ini menjadi striker asing paling moncer bagi Persebaya Surabaya sejak era Liga 1 Indonesia. (Persebaya.id)
JawaPos.com – Dalam jagat sepak bola modern yang semakin dipenuhi dengan analisis dan statistik, konsep per90 menjadi sorotan utama bagi para pencinta olahraga ini.
Menyajikan dimensi baru dalam menilai kinerja pemain, stats per90 telah menjadi penentu yang relevan untuk mengukur dampak seorang pemain selama 90 menit pertandingan.
Dari sentuhan bola hingga keberhasilan dalam menciptakan peluang, stats per90 menggambarkan efektivitas suatu keterampilan atau kontribusi pemain secara proporsional per 90 menit bermain.
Sebagai fokus utama, artikel ini akan merentang wawasannya lebih jauh dengan menelusuri jejak pemain depan Persebaya Surabaya sejak mereka meramaikan panggung Liga 1 pada musim 2017.
Bagaimana stats per90 mencerminkan evolusi dan kontribusi para striker Green Force?
Mari kita selami bersama perjalanan statistik yang mencerahkan, mengungkap makna di balik angka, dan menggali esensi dari dampaknya dalam membentuk keberhasilan tim.
Grafis goal per 90 striker Persebaya Surabaya sejak naik ke Liga 1 pada musim 2017. (JawaPos.com/Moch. Rizky Pratama Putra)
David da Silva
Musim debut David da Silva di kompetisi sepak bola Indonesia tak terlupakan, mencatat prestasi cemerlang dengan 20 gol dan 3 assist dalam 23 penampilannya pada 2018.
Melangkah ke Liga 1 Korea Selatan, perjalanan kariernya membawa dia kembali ke Persebaya pada paruh kedua musim 2019. Meski liga sempat terhenti karena pandemi Covid-19, David da Silva tetap menjadi pilar andalan dengan torehan 14 gol dari 17 pertandingan.
Rencana untuk memperkuat Persebaya musim 2020 harus ditunda, namun jejaknya sebagai mesin gol tim Kota Pahlawan tetap membekas.
Goal Per90: 1.04
Amido Balde
Menggantikan David da Silva, Amido Balde tiba di awal musim 2019 dengan predikat yang cukup menjanjikan setelah mencetak 10 gol dalam laga pramusim, termasuk empat gol di Piala Presiden dan sepuluh gol di Piala Indonesia.
Namun, di kompetisi Liga 1, penampilannya kurang memuaskan dengan hanya mencetak lima gol dari sembilan pertandingan. Akhirnya, Balde memutuskan untuk pindah ke PSM Makassar pada paruh musim kedua.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
