
Andhika Ramadhani ketika melakukan pemanasan jelang laga menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (18/12). (Persebaya)
JawaPos.com - Pada pekan ke-23 Liga 1 2023/2024, Persebaya Surabaya berjuang keras di Stadion Wibawa Mukti saat menghadapi tuan rumah Persikabo 1973.
Dengan target tinggi untuk meraih kemenangan, Persebaya tampil menjanjikan dengan membuka skor lewat gol Robson Duarte pada babak pertama.
Namun, keunggulan tersebut tidak bisa dipertahankan hingga akhir laga. Persikabo 1973 bangkit di babak kedua, menyamakan kedudukan, dan akhirnya memaksa pertandingan berakhir imbang 1-1.
Sebuah pertarungan sengit yang meninggalkan tanda tanya bagi perjalanan Persebaya di kompetisi ini.
Andhika Ramadhani Lemah Bola Atas
Data menunjukkan bahwa Andhika Ramadhani tampil cemerlang mengawal gawang Persebaya Surabaya dari gempuran tekanan anak asuh Aji Santoso, tercatat ada lima penyelamatan yang dilakukannya.
Catatan ini unggul jauh dari kiper Persikabo 1973, Husna Al Malik Riwani Saputra, yang hanya mencatatkan dua penyelamatan saja.
Tapi, jika lebih dalam dan kritis lagi melihat performa Andhika Ramadhani, sebenarnya menunjukkan bagaimana rapuhnya pertahanan Persebaya Surabaya ketika menghadapi Persikabo 1973.
Terbukti dengan 67 percobaan tembakan yang dilakukan oleh pemain Persikabo 1973 ke gawang Persebaya Surabaya, beruntung hanya ada enam tembakan yang mengarah ke gawang.
Andhika Ramadhani memang terlihat begitu piawai memotong bola-bola bawah dan melakukan tepisan untuk menghalau bola masuk ke gawang. Namun, dia benar-benar kesulitan ketika menghadapi bola atas, tercatat ada sekitar enam bola atas yang luput dari tangkapannya.
Ada dua momentum berbahaya ketika Andhika Ramadhani gagal mengantisipasi bola atas. Momentum pertama berada di babak kedua ketika dia gagal menghalau bola sepak pojok, padahal sudah keluar dari sarangnya.
Bola tersebut kemudian mengenai tangan Dusan Stevanovic di dalam kotak penalti Persebaya Surabaya, mujur wasit tidak melihat momentum itu dengan tidak memberikan penalti kepada Persikabo 1973.
Momentum kedua terjadi dengan situasi yang sama, yaitu sepak pojok. Kali ini Andhika Ramadhani terlihat ragu-ragu untuk keluar dan meninju bola. Bola akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Andy Setyo, bek Persikabo 1973 yang naik untuk memanfaatkan momentum sepak pojok dan terjadilah gol.
Kelemahan Andhika Ramadhani benar-benar terlihat sangat jelas pada pertandingan tersebut, dari 11 sepak pojok yang dilepaskan oleh pemain Persikabo 1973, hampir separuhnya gagal diantisipasi dengan baik dan membuat kemelut di gawang Persebaya Surabaya.
Jika performa Andhika Ramadhani tidak kunjung membaik dalam mengantisipasi bola atas, maka Bonek perlu waspada karena kondisi Ernando Ari belum terdengar kabarnya kapan kembali mengawal gawang Persebaya Surabaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
