
TEBAR ANCAMAN: Gelandang Persebaya Robson Duarte mengemban tugas berat untuk segera mengangkat performa tim dari tren negatif.
JawaPos.com – Setelah berpisah selama kurang lebih 4 bulan, Uston Nawawi akhirnya segera bertemu dengan Aji Santoso. Keduanya akan bereuni saat Persebaya Surabaya melakoni laga tandang kontra Persikabo 1973 di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, sore ini (siaran langsung Indosiar pukul 15.00 WIB).
Tapi, Uston dan Aji kali ini bertemu sebagai lawan. Uston sebagai karteker pelatih Persebaya, sedangkan Aji memimpin Persikabo. Duel Persikabo kontra Persebaya sore nanti pun layaknya guru melawan murid.
’’Saya lama bersama coach Aji, kami tetap respek sama beliau. Tapi sekarang sudah berbeda bendera, jadi kita tetap profesional,’’ ujarnya dalam jumpa pers pralaga di Stadion Wibawa Mukti kemarin.
Posisi Uston di Persebaya memang tak lepas dari peran Aji. Sebab, berkat Aji Santoso, pelatih 46 tahun itu diangkat menjadi asisten pada Liga 1 2020 dan terus berada di klub kebanggaan arek Suroboyo tersebut hingga saat ini.
Terlepas dari kebersamaan keduanya yang cukup lama di Persebaya, Uston menegaskan bahwa timnya datang ke Bekasi untuk meraih poin. Apalagi, Green Force sedang dalam tren negatif. Baru saja mencatatkan rekor delapan pertandingan beruntun tanpa kemenangan.
’’Kami semua bertekad para pemain dan pelatih untuk mengambil poin dari Persikabo,’’ tegas Uston Nawawi.
Desakan kepada Persebaya untuk segera meraih kemenangan lagi memang makin kencang. Selain tak ingin rekor negatif terus berlanjut, Green Force berambisi mengakhiri 2023 dengan kemenangan, meski berlangsung di kandang lawan.
Di sisi lain, tuan rumah juga butuh tambahan poin untuk segera keluar dari zona degradasi. Karena itu, Aji tak mengindahkan statusnya yang pernah menangani Persebaya. Menurutnya, ada hal yang lebih penting bagi Persikabo, yakni berusaha keluar dari zona merah.
Laskar Padjadjaran tertahan di posisi ke-17 klasemen, satu tingkat di atas juru kunci karena baru mengoleksi 15 poin dalam 22 laga. Mereka terpaut 10 angka dari Persis Solo, yang berada di luar zona degradasi. ’’Kami harus memenangkan pertandingan karena kami ingin mengurangi gap antara poin Persikabo dengan posisi atas kami,’’ katanya.
Meski begitu, Aji Santoso sadar ada sosok Uston yang mengomandoi Persebaya. Eks pelatih Arema FC itu paham betul kemampuan dan kualitas mantan asistennya selama di Green Force itu. ’’Dia punya kemampuan yang cukup bagus lah. Dia juga mau bekerja keras dalam mengembangkan potensi kepelatihannya dengan baik,’’ ucap pelatih 53 tahun itu.
Keuntungan lain bagi Aji adalah pengetahuannya tentang skuad Persebaya yang dibawa Uston Nawawi ke Bekasi. Sebagian besar penghuni skuad adalah hasil rekrutannya sebelum musim 2023–2024 bergulir. (drw/c17/ady)
PERKIRAAN PEMAIN
Persikabo 1973 (3-5-2): 33-Husna Al Malik (g); 34-Andy Setyo (c), 13-Didik Wahyu, 4-Syahrul Lasinari; 10-Keven Aleman, 69-Manahati Lestusen, 93-Joao Pedrinho, 17-Caca Basilio, 28-Lucky Oktavianto; 97-Dimas Drajad, 40-Pedro Augusto
Pelatih: Aji Santoso

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
