
Saddil Ramdani (27) merayakan selebrasi setelah membobol gawang Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia bermain imbang 1-1 di Rizal Memorial Stadium, Selasa (21/11) malam. (media PSSI)
JawaPos.com – Timnas Indonesia harus puas membawa pulang satu angka dari lawatan ke markas Filipina, Rizal Memorial Stadium, Selasa (21/11) malam. Garuda bermain imbang 1-1 di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hasil itu sejatinya layak disyukuri karena skuad asuhan Shin Tae-yong sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Gawang Indonesia yang dikawal Ernando Ari kebobolan melalui gol Patrick Reichelt pada menit ke-23. Keunggulan Filipina itu bahkan bertahan hingga berakhirnya babak pertama.
Akan tetapi, Shin Tae-yong sepertinya enggan menyerah. Pelatih berpaspor Korea Selatan itu melakukan sejumlah pergantian di babak kedua untuk mengejar ketertinggalan.
Mantan pelatih timnas Korsel itu memasukkan Pratama Arhan menggantikan Shayne Pattynama pada awal babak pertama. Pergantian itu membuahkan hasil setelah Saddil Ramdani akhirnya berhasil mencetak gol penyama pada menit ke-70. Saddil memaksimalkan umpan Ricky Kambuaya.
Setelah itu, Shin Tae-yong kembali memasukkan tenaga segar seperti Ramadan Sananta, Arkhan Fikri, hingga Hokky Caraka untuk menambah daya serang. Dan, upaya itu sempat menghasilkan sejumlah peluang meski belum berhasil mengoyak gawang Filipina untuk kedua kalinya.
Indonesia akhirnya harus puas membawa pulang satu angka, meski seharusnya bisa memenangi laga itu. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak peluang meski gagal dikonversi menjadi gol.
Fakta itu terlihat melalui statistik di mana Indonesia unggul dalam penguasaan bola. Garuda memiliki 57 persen, berbanding 43 persen milik tuan rumah.
Selain itu, Indonesia memiliki tendangan ke gawang sebanyak sembilan kali meski satu yang berujung gol. Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan juga memiliki lima tendangan penjuru, berbanding dua milik Filipina.
Tapi, Shin Tae-yong tak menghiraukan itu. Dia menilai anak asuhnya telah mengalami peningkatan permainan ketimbang saat dikalahkan Irak sebelumnya.
Pihaknya kini akan kembali ke Jakarta dan mempersiapkan diri jelang menjamu Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno pada 21 Maret 2024.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
