
(dari kiri) Ernando Ari, Satria Tama dan Andhika Ramadan, para kiper Persebaya saat berlatih di Lapangan Sintetis Si Jalak Harupat, Bandung, kemarin (31/3). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – Dua kiper Persebaya, Satria Tama dan Ernando Ari Sutaryadi, harus bekerja lebih keras jelang kompetisi Liga 1. Sebab, Green Force bakal percaya keduanya untuk Liga 1.
Mengandalkan pengalaman yang belum banyak dari keduanya di divisi teratas sepak bola Indonesia.
Persebaya tidak akan berburu kiper lagi untuk Liga 1. Hal itu dikatakan pelatih kiper Persebaya Benny van Breukelen kepada Jawa Pos kemarin (14/5). Dia merasa gawang tim kebanggaan arek Suroboyo bakal baik-baik saja meski dikawal dua kiper muda Indonesia.
Benny menuturkan, walau masih muda, kualitas Satria Tama dan Ernando sangat baik. Buktinya, dua kiper tersebut merupakan eks timnas Indonesia di level usia.
’’Satria memang baru 25 tahun, Ernando 19 tahun. Tapi, mereka sudah ada pengalaman. Ernando, misalnya, walau tidak banyak, sudah bisa diandalkan,’’ paparnya.
Benny mengaku sudah tenang dengan adanya dua kiper tersebut. Khususnya Satria Tama. Secara pribadi, pelatih 58 tahun itu ingin mengembalikan performa kiper asal Sidoarjo tersebut seperti ketika membela timnas di SEA Games 2017. ’’Saya yakin, jika diberi kepercayaan dan kerja keras, Satria penampilannya akan kembali seperti dulu,’’ jelasnya.
Jika benar, ini kali pertama Persebaya memakai kiper dengan usia tertua 25 tahun sejak diakui kembali oleh PSSI pada 2017. Sebelumnya, setiap musim, Rendi Irwan dkk selalu punya kiper senior berpengalaman. Sebut saja nama-nama seperti Dimas Galih, Alfonsius Kelvan, hingga Imam Arief Fadillah.
Meski masih ada slot satu kiper lagi, Benny menegaskan akan memilih kiper muda. Kiper dari internal Persebaya. Kiper magang yang kualitasnya akan ditempa selama kompetisi. ’’Rencananya begitu,’’ ucapnya.
Mantan kiper timnas itu menyebut, kiper berpengalaman alias berumur tidak menjadi jaminan. Dia mencontohkan kiper timnas Indonesia saat ini di era Shin Tae-yong. Kiper-kiper berpengalaman yang jadi andalan di tim justru tidak dipanggil ke timnas.
’’Kiper timnas sekarang semuanya kiper yang tidak pernah dipasang di klubnya. Ada Nadeo yang cadangan di Bali United, Aqil Savik malah kiper keempat di Persib. Jadi, bukan jaminan,’’ ujarnya.
Sementara itu, Satria Tama yang bisa dikatakan paling senior di posisi kiper Persebaya tetap merasa masih butuh belajar dan bekerja keras. Bagi dia, jika sudah satu tim, tidak ada yang namanya junior ataupun senior.
’’Mungkin saya juga bisa mendapatkan masukan dari Ernando atau sebaliknya. Kami sama-sama berjuang di sini,’’ tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
