Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 16.18 WIB

Menanti Evaluasi Total Manajemen Persebaya, Lini Depan dan Belakang Wajib Prioritas

Pelatih Persebaya Surabaya, Josep Gombau, saat membriefing pemainnya di Lapangan Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya, Kamis (14/9). - Image

Pelatih Persebaya Surabaya, Josep Gombau, saat membriefing pemainnya di Lapangan Gelora 10 Nopember Tambaksari, Surabaya, Kamis (14/9).

JawaPos.com – Persebaya Surabaya selesai menjalani laga terakhir putaran pertama Liga 1 musim ini. Kini, patut ditunggu adalah hasil evaluasi manajemen untuk memperbaiki kinerja Green Force menyambut putaran kedua.

Persebaya selesai menjalani laga terakhir putaran pertama dengan hasil kurang menguntungkan. Tim kebanggaan Bonek itu menyerah 4-0 saat bertamu ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Jumat (27/10). Kekalahan itu menjadi kegagalan ketiga beruntun Green Force di pentas Liga 1 musim ini.  

Bonek kini tak sabar menunggu langkah dari manajemen Persebaya, khususnya dalam upaya merombak susunan pemain menyongsong putaran kedua Liga 1.

Sejumlah pemain asing seperti Paulo Victor, Ze Valente, Sho Yamamoto, hingga Dusan Stevanovic sempat santer diisukan bakal dilepas. Dan, manajemen akan menentukan nasib mereka setelah Persebaya menyelesaikan putaran pertama.

Kini, setelah Green Force selesai menggelar laga terakhir kontra Persik, Bonek menagih janji manajemen untuk melakukan evaluasi segera. Bonek tentunya menginginkan Persebaya tampil lebih menggigit saat menjalani putaran kedua nanti.

Evaluasi sangat dibutuhkan meski beberapa pemain telah dilepas dengan status pinjaman hingga permanen. Sebut saja Ferdinand Sinaga dipinjamkan ke Persiraja Banda Aceh, hingga Denny Agus ke Deltras FC. Sementara Alwi Slamat hijrah ke Liga 2 bersama Malut United.

Namun, Bonek sepertinya masih belum puas, karena beberapa kelemahan belum tuntas diselesaikan. Prioritasnya adalah lini depan dan belakang yang menjadi kelemahan Green Force sejauh ini.

Di lini depan, Paulo Victor selaku target man belum memenuhi kriteria ideal karena baru menciptakan sebiji gol. Kontribusi gol terbesar Persebaya justru dihasilkan winger Bruno Moreira dengan delapan gol. Persebaya pun hanya menciptakan total 20 gol hingga akhir putaran pertama.

Produktivitas itu tak lebih baik ketimbang penghuni lima besar, seperti Boneo FC (23 gol), Madura United (29 gol), RANS Nusantara FC (21 gol), Persib Bandung (30 gol), dan PSIS Semarang (24 gol).

Sementara bicara lini pertahanan, Persebaya sudah kebobolan 27 kali. Fakta itu membuat Persebaya menjadi tim keempat paling keropos di Liga 1 musim ini. Mereka hanya lebih baik dari Arema FC (30 gol), Persikabo 1973 (31 gol), dan Bhayangkara FC (30 gol). Ketiga tim itu merupakan penghuni zona degradasi sejauh ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore