Yohanis Kandaimu dalam latihan di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin. Dia diharapkan bisa tampil solid saat Persebaya menantang Persik Kediri besok (27/10).
JawaPos.com – Pertahanan Persebaya Surabaya tengah rapuh. Green Force kebobolan enam gol dalam dua laga pemungkas. Saat mencoba bangkit, lini belakang malah keropos.
Dua bek dipastikan absen kontra Persik Kediri besok (27/10). Arief Catur masih terkena sanksi. Lalu, Dusan Stevanovic sudah mengantongi empat kartu kuning. Artinya, bek asal Serbia itu akan absen akibat akumulasi.
Belum lagi Kadek Raditya juga terancam absen. Bek 24 tahun itu mengalami cedera. Dia bahkan masih melakoni latihan terpisah di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) kemarin. Kadek ditangani oleh fisioterapis Dani Maulana. Tapi, Josep Gombau yakin kondisi Kadek tidak terlalu bermasalah.
’’Kemungkinan dia sudah bisa tampil melawan Persik nanti,’’ jelas pelatih Persebaya tersebut.
Kadek memang harus segera pulih. Sebab, posisi stoper tinggal menyisakan Yohanis Kandaimu. Sejatinya masih ada Salman Alfarid. Posisi aslinya adalah bek kiri. Tapi, mantan pemain Persija Jakarta itu bisa diplot sebagai stoper. Meski begitu, Gombau sama sekali tidak khawatir. Sebab, dia sudah memberi materi latihan khusus bagi lini belakang.
Dia tidak ingin ada kesalahan serupa lagi yang dilakukan anak asuhnya. ’’Kami terus mencoba memperbaiki agar tidak ada kesalahan kecil. Sebab, dari kesalahan kecil itulah, lawan bisa mengambil keuntungan dan memenangkan pertandingan,’’ beber mantan pelatih Adelaide United itu.
Gombau wajib membenahi lini belakang. Sebab, lini depan Macan Putih sedang on fire. Striker Flavio Silva baru saja mencatatkan brace di laga terakhir. Dan, striker asal Portugal itu dipastikan akan kembali jadi tumpuan kontra Green Force.
Kapten Persebaya Reva Adi Utama mengaku timnya siap melawan Persik. Dia tahu lini depan Persik tengah moncer. Tapi, itu justru jadi tantangan untuk bisa menghentikan mereka.
’’Kami harus sangat hati-hati untuk menghentikan lini depan Persik. Tidak boleh terburu-buru. Yang pasti, anak-anak siap memberikan yang terbaik,’’ kata bek asli Makassar itu.
Soal keberadaan Mustaqim dan M. Supriadi, Reva juga sama sekali tidak masalah. Justru dia senang bisa kembali bertemu dua mantan koleganya itu.
’’Di dalam lapangan kami akan bertempur habis-habisan. Kalau sudah di luar lapangan, kami tetap menjaga hubungan baik sebagai teman. Saya senang dengan kehadiran mereka,’’ jelas bapak satu anak itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
