Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 19.28 WIB

Formasi Agresif Josep Gombau Berujung Kekalahan Persebaya dari Bali United, Statistik Tunjukkan Buktinya

Sho Yamamoto bermain apik saat timnya, Persebaya bertamu ke Bali United. Sayangnya ia harus digantikan Song Ui-young karena cedera.

 
JawaPos.com - Persebaya kembali menelan kekalahan di Liga 1 setelah pada pekan ke-16, tim asuhan Josep Gombau ini takluk 3-1 dari tuan rumah Bali United.
 
Kekalahan ini tentu menyesakkan bagi para pemain dan juga Bonek karena hasil tersebut merupakan kekalahan kedua beruntun bagi Persebaya. 
 
Lebih buruk lagi, Persebaya juga harus kehilangan Sho Yamamoto karena mengalami cedera engkel saat menghadapi Bali United.
 
 
“Kakinya mengalami bengkak saat itu juga ketika bertabrakan, jadi dia tidak bisa melanjutkan pertandingan. Sementara kita lihat hari per hari, karena seusai pertandingan kakinya masih bengkak," ujar Dokter tim Persebaya, dr. Ahmad Ridhoi.
 
Pada laga tersebut, Josep Gombau sangat berani dengan menerapkan formasi 4-3-3 yang cenderung agresif. Pelatih asal Spanyol itu juga sedikit merubah posisi pemain.
 
Yang paling terlihat adalah penempatan Bruno Moreira sebagai target man dengan ditemani Paulo Victor di kiri dan Kasim Botan di kanan.
 
 
Hal itu cukup wajar karena sejauh ini Bruno memang menjadi top skor klub dengan delapan gol. Namun taktik tersebut malah terlihat kurang maksimal karena pemain asal Brazil tersebut lebih berbahaya jika ditempatkan di sayap kiri.
 
Begitu juga dengan Kasim Botan yang biasanya ditempatkan sebagai bek sayap maupun sayap, pada laga itu ia diposisikan sebagai striker sayap.
 
Akibatnya, penampilannya juga kurang maksimal meskipun masih lebih baik daripada Paulo Victor yang akhirnya ditarik keluar.
 
 
Tiga gelandang yang dimainkan pada laga kemarin (20/10) sebenarnya bermain cukup efektif. Sho Yamamoto, "Cobra" Oktaviansyah dan Ze Valente berkali-kali merepotkan pertahanan Bali United.
 
Ketiganya juga berperan menghasilkan peluang bagi Persebaya, antara lain sundulan Sho Yamamoto dan tendangan Ze Valente yang ditepis oleh kiper Bali United. Umpan Ze bahkan berbuah gol.
 
Keberanian Josep menerapkan formasi menyerang memang beberapa kali membahayakan gawang Bali United dan mampu menguasai ball possession. Namun pertahanan timnya juga beberapa kali diterobos.
 
 
Beruntung penampilan tiga gelandang tersebut cukup prima, sehingga keseimbangan antara pertahanan dan sisi penyerangan Green Force masih aman.
 
Petaka datang saat Sho Yamamoto mengalami cedera dan harus digantikan Song Ui-young di menit 31. Sejak itu, keseimbangan antara tengah dan belakang mulai goyah.
 
Song yang diplot mengganti Sho ternyata gagal menampilkan permainan secemerlang pemain asal Jepang tersebut. Hal itu terlihat dari minimnya peluang yang dikreasi oleh Song.
 
 
Sejak Sho Yamamoto keluar, Persebaya akhirnya harus kebobolan di penghujung babak pertama.
 
Green Force sempat bermain apik pada awal-awal babak kedua. Dusan Stevanovic bahkan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 48 setelah menerima umpan tendangan bebas dari Ze Valente.
 
Bruno Moreira CS kemudian tampil lebih percaya diri untuk menyerang, namun keasyikan bermain agresif ternyata membuat Persebaya lupa pertahanan.
 
 
Mereka kecolongan lewat serangan balik. Pada menit 55, dua bek Persebaya gagal menutup pergerakan Jean Mbarga yang lolos dari pengawalan saat melakukan counter attack. Saat berhadapan dengan kiper, ia dengan mudah menceploskan bola ke gawang.
 
’’Kami kalah karena ada kesalahan konyol yang dilakukan di babak kedua," tukas Josep Gombau menggambarkan cara Persebaya kebobolan gol kedua.
 
Pada menit 77 Persebaya semakin tenggelam setelah Bali United memperbesar skor menjadi 3-1 lewat penalti Jefferson.
 
 
Jika dilihat dari statistik pertandingan, harus diakui bahwa Bali United memang lebih layak menang. Secara ball possession, Laskar Tridatu memang kalah, yaitu 56% dibanding 44% karena Persebaya berani bermain menyerang. Namun tuan rumah unggul dari aspek penting lainnya.
 
Bali United unggul dalam hal akurasi passing yaitu 84% berbanding 79%. Hal itu menunjukkan umpan-umpan yang dilakukan tim asuhan Cugurra Rodrigues lebih leluasa ke arah pertahanan tim tamu.
 
Begitu juga dengan jumlah tembakan, Bali United unggul 16 berbanding 14. Mereka juga membuat tujuh tendangan mengarah ke gawang dengan tiga diantaranya menjadi gol.
 
 
Sedangkan Persebaya hanya membuat empat tembakan ke gawang dengan satu diantaranya berbuah gol.
 
"Tidak ada gol lagi setelah Dusan Stevanovic. Kami akan perbaiki agar tidak ada pemain yang buang peluang lagi,’’ pungkas Gombau.
 
Akibat kekalahan ini, tim asuhan Josep Gombau masih tertahan di posisi delapan dengan 22 poin. Namun, posisi Persebaya bisa merosot jika Dewa United, PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persis Solo bisa meraih kemenangan di pekan ke-16 ini.
 
 
Persebaya masih harus menjalani ujian berat pada pekan depan karena harus bertandang ke markas Persik Kediri. Meskipun posisi Persik masih di bawah Green Force, namun buruknya performa Persebaya di laga tandang bisa membuat tim asal Kediri tersebut berpotensi meraih kemenangan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore