
TIM MEDIA PERSIK KEDIRI TUGAS SANGAT BERAT: Divaldo Alves diharapkan bisa membawa Persik Kediri bangkit dari keterpurukan. Sejauh ini Persik menjadi satu-satunya tim yang belum pernah menang di Liga 1 2022–2023.
JawaPos.com – Manajemen Persebaya Surabaya masih belum juga menunjuk pelatih kepala. Namun, bukan berarti manajemen diam untuk memenuhi regulasi pertandingan.
Manajemen diyakini terus bergerak mencari sosok ideal, baik pelatih asing maupun lokal, yang tentunya sesuai dengan filosofi Green Force. Pelatih anyar pastinya akan diumumkan sebelum Persebaya sowan ke markas Madura United, Minggu (17/9).
Persebaya harus memenuhi itu, yakni segera mengumumkan pelatih anyar agar terhindar dari sanksi dari PSSI maupun operator liga (PT LIB) senilai Rp 100 juta apabila masih menggunakan caretaker.
Rumor siapa bakal menukangi Persebaya memang kian santer, bahkan beberapa fans Persebaya langsung menanyakan itu di akun Instagram resmi milik Green Force meski tak ada jawaban.
Mereka sepertinya tak sabar mendengar atau melihat siapa sosok yang bakal melatih Reva Adi Utama dan kawan-kawan dalam lanjutan Liga 1 musim ini. Segelintir rumor beredar pelatih asing bakal menjadi kandidat kuat, seperti Divaldo Alves, Paul Munster, Mario Gomez, dan Robert Alberts. Sementara pelatih lokal juga disebut-sebut bakal menangani Persebaya, seperti Seto Nurdiantoro, Iwan Setiawan, Hanafing dan Liestiadi.
Persebaya memang memiliki rekam jejak menggunakan pelatih asing dan lokal. Jika ditilik sejarah sejak 1987, maka Rusdy Bahalwan pertama kali menangani Persebaya periode 1987 hingga 1993. Disusul Mudayat pada 1993-1995.
Dan, Aleksandar Kostov asal Bulgaria menjadi pelatih asing pertama Surabaya di periode itu. Dia menangani Green Force mulai 1995-1996. Dan, selanjutnya ada Jacksen F Tiago 1999-2000.
Namun, mengaca kepada sejarah, Persebaya sepertinya gemar memberikan kesempatan kepada pelatih yang sama. Sebut saja Rusdy Bahalwan yang sampai tiga periode melatih Green Force.
Selain periode awal, Rusdy juga melatih Persebaya pada 1996-1999, kemudian periode ketiga pada 2001-2002. Aji Santoso juga telah tiga kali melatih Persebaya (2008, 2010-2011, dan 2019-2023)
Ada pula Rudy Keltjes yang dua kali menangani Persebaya pada 2000-2001 dan 2010. Jacksen F Tiago juga merasakan dua kali melatih Persebaya, yakni periode pertama 1999-2000 dan 2003-2005. Pelatih lain yang merasakan dua kali melatih Persebaya adalah Freddy Muli (2005-2006 dan 2008), Ibnu Grahan (2007 dan 2012-2013).
Pertanyaan kini, apakah Persebaya memberlakukan hal sama dalam penunjukan pelatih kepala saat ini? Apalagi, Divaldo Alves, salah satu kandidat pelatih Persebaya selanjutnya, pernah menjadi pelatih Green Force periode 2011-2012. Semua tergantung kebijakan manajemen cak!
Pelatih Persebaya Sejak 1987
Rusdy Bahalwan 1987-1993
Mudayat 1993-1995
Aleksandar Kostov 1995-1996

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
