
Pelatih PSS Sleman Marian Mihail bertekad melanjutkan tren apik tim asuhannya saat menjamu PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/9) malam.
JawaPos.com – PSS Sleman punya kesempatan menyodok posisi atas Liga 1 musim ini. Syaratnya dengan cara mengalahkan PSM Makassar di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/9) malam.
Syaratnya memang tidak mudah, apalagi PSS akan menjajal ketangguhan filosofi bermain sang juara bertahan. Akan tetapi, Marian Mihail optimistis timnya dapat memetik tiga angka di kandang.
Pelatih PSS asal Rumania itu tak menepis timnya bakal menemui jalan terjal untuk mencapai kemenangan. “Lawan kita berikutnya (PSM Makassar) adalah cukup sulit karena tim yang kuat, khususnya pada kompetisi di Indonesia. Tentunya kami sangat serius mempersiapkan tim. Kami sudah persiapkan diri dengan baik. Senang melihat kondisi pemain yang optimistis dan yakin laga nanti akan dapat menang,” kata Marian Mihail.
Selain itu, optimisme Marian Mihail juga didukung pendukung Super Elang Jawa yang dipercaya bakal memadati Stadion Maguwoharjo saat menjamu PSM nanti.
Namun, terlepas dari support eksternal itu, Marian Mihail telah mempersiapkan timnya dengan baik. Dia telah melakukan analisis kekuatan Juku Eja, dan bertekad mengambil inisiatif penyerangan.
Hanya saja memang PSS di laga nanti bakal tanpa sosok gelandang andalan Wahyudi Hamisi. Dia absen karena akumulasi kartu.
Terkait kondisi ini, Marian Mihail mengaku sudah siapkan solusinya. “Kita akan jadikan Jihad Ayuob di posisi Hamisi. Selain itu, juga ada Kei Sano dan Leonard Tupamahu di posisi bertahan. Ini tim terbaik dan yakin untuk laga nanti,” timpalnya.
Sementara Pelatih PSM Bernardo Tavares belum membeberkan strategi yang bakal diterapkan timnya saat berlaga di Stadion Maguwoharjo nanti. Pelatih berkepala plontos itu hanya mencoba menjaga ritme apik Juku Eja setelah menang atas Persis Solo pada pekan sebelumnya.
Strategi bermain efektif dipercaya akan kembali diterapkan Tavares saat tampil di kandang PSS nanti. “Kalau misal kita sedang memimpin kenapa kita harus pegang bola dan membuat kesalahan,” tegas pelatih asal Portugal itu.
“Kita berikan bola kita melakukan transisi menyerang karena pemain-pemain kita kuat dalam transisi menyerang,” imbuhnya. “Saya lebih baik kita membuat peluang dan mencetak gol daripada kita lama pegang bola, tapi tidak ada artinya,” tutupnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
