
Timnas Indonesia U-17 saat pertandingan uji coba internasional lawan Korea Selatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (30/8).
JawaPos.com–Timnas Indonesia U-17 harus rela menelan kekalahan di kandang sendiri atas Korea Selatan dengan perolehan skor 0-1. Pertandingan uji coba internasional itu digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (30/8).
Sebelum kalah dari Korea Selatan, tim kawalan Muhammad Iqbal Gwijangge itu juga sudah menelan kekalahan dari laga uji coba sebelumnya. Timnas U-17 kalah dari Barcelona Juvenil A dengan skor 0-3 dan kalah dari Kashima Antlers dengan skor 2-3.
Meski kalah berturut-turut, sang pelatih Bima Sakti, tak mengecilkan hati anak-anak didiknya. Dia bahkan memberi apresiasi kepada mereka, karena telah bermain dengan pola yang diinginkan.
”Dari segi taktik, game plan, alhamdulillah bisa jalan meski kami kalah. Terima kasih ke pemain, sudah menjalankan skema yang kami buat,” kata Bima Sakti, seperti dilansir dari situs resmi PSSI, Kamis (31/8).
Bima menyebut, Timnas U-17 masih perlu memperkuat fokus pada pertandingan dan chemistry antar pemain. Hal itu menjadi evaluasi yang paling utama dari perjalanan pertandingan mereka di laga uji coba internasional.
”Kita fokus ke defense. Dua minggu kita di Solo dan di Jakarta latihan defense dan dua minggu latihan attacking. Menyerang masih perlu chemistry, itu menjadi evaluasi kita. Apalagi striker Arkhan Kaka baru bergabung semalam,” jelas Bima Sakti.
Senada dengan Bima Sakti, Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga memberikan dukungan dan semangat kepada Timnas U-17. Meski kalah, Timnas U-17 telah menunjukkan perkembangan permainan yang baik.
Keberanian dan ketangkasan mereka dalam melawan runner up Piala Asia U-17 2023 itu, menurut Erick, patut diacungi jempol. Kendati demikian, dia tetap memupuk agar Timnas U-17 terus mengevaluasi kerja timnya.
”Saya rasa ada perbaikan yang sangat signifikan di mana kita lihat pola permainan. Di Bali kan belum terpola. Sekarang sudah mulai terpola bagaimana di belakang kita rapat lalu ke tengah, ke atasnya (lini depan) memang yang itu harus diperbaiki karena serangan balik beberapa kali itu jadi momentum sebenarnya,” kata Erick.
Dia berpesan kepada Muhammad Iqbal Gwijangge dkk, agar kembali memusatkan fokus dan konsentrasi dalam bertanding berikutnya.
”Imbang di babak pertama lawan tim ranking dua Asia, itu hal yang bagus, tapi kan permainan bola itu 90 menit kita harus fokus. Nah kita lihat ketika ada pergantian pemain, kita agak lengah sehingga terjadi gol dan penalti nah ini yang saya rasa menjadi catatan juga,” papar Erick.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
