
Photo
JawaPos.com – Saat belum ada kepastian terkait kapan kompetisi dilanjutkan, keputusan mengejutkan disampaikan Alfonsius Kelvan. Kiper Persela Lamongan tersebut menyatakan mundur dari tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu. Keputusan tersebut sudah dipikirkan Alfons sejak lama.
Bahkan, pemain berkepala plontos tersebut sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada manajemen sejak 18 Mei lalu. Bukan berarti Alfons tak betah berseragam Persela. Namun, ada alasan lain yang membuatnya memilih mundur.
Photo
Persela Lamongan
Apa itu? Rupanya eks kiper Persebaya Surabaya tersebut ingin fokus mengurus usaha restoran milik keluarganya di Samarinda. Selama ini, sang istri, Karina Mulya Sari, yang menjalankan bisnis tersebut.
’’Di samping itu, ibu mertua saya juga sakit. Jadi, istri pun nggak fokus lagi. Sekarang saya yang urus semuanya. Gantian, dulu istri nemenin saya, sekarang saya yang mengalah untuk stay di Samarinda dan mengurus resto,’’ ucap kiper yang juga pernah berseragam Borneo FC tersebut.
Alfons mengaku, mundur dari Persela adalah keputusan yang sangat berat. Bahkan, Karina sebenarnya mengizinkan kalau Alfons memilih menetap di Lamongan terlebih dahulu. Namun, Alfons memilih mengalah. Beruntung, manajemen Persela bisa memahami keputusannya.
’’Alhamdulillah pihak Persela bisa mengerti situasi yang saya hadapi. Mereka pun melepas saya dengan baik-baik,’’ jelas kiper 30 tahun tersebut.
Mundur dari Persela bukan berarti Alfons pensiun dari sepak bola. Dia mengaku keputusannya untuk menepi dari lapangan hijau hanya sementara. Apalagi, saat ini kelanjutan kompetisi juga belum jelas.
’’Insya Allah main lagi. Jika semua kondisi balik normal. Tapi belum mikir dulu tentang itu. Jika semua sudah normal kembali, baru saya akan memikirkan ke mana dan di mana saya akan bermain,’’ terangnya.
Bersama Persela, Alfons baru turun sekali di Liga 1 2020. Yaitu, saat Persela kalah 1-2 di kandang Borneo FC pada 13 Maret lalu. Dengan mundurnya Alfons, posisi di bawah mistar gawang Persela menyisakan Reky Rahayu dan M. Rio Agata.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
