
Dwi Kuswanto Penjaga Gawang Persela Lamongan. Allex Qomarulla/Jawa Pos
JawaPos.com – Tatkala berpamitan kepada manajemen Persela Lamongan, Dwi Kuswanto sebenarnya sudah memiliki tempat yang dituju. Yaitu, Borneo FC. Kesepakatan sudah terjalin. Tiket penerbangan ke Samarinda juga sudah digenggam. Tapi, semua rencana ternyata urung terlaksana.
’’Anak saya tidak memperbolehkan,’’ kata kiper asal Sidoarjo tersebut. Tak sekadar tidak memberikan izin, anak-anak Dwi Kus juga menangis agar sang ayah tidak berangkat ke markas Borneo FC. Lantaran tak kuasa melihat anak-anaknya yang nggandoli kepergiannya, Dwi Kus pun mengurungkan niat bergabung dengan Pesut Etam, julukan Borneo FC.
’’Saya sudah minta maaf tidak bisa gabung ke sana (Borneo FC),’’ ungkap mantan kiper Deltras Sidoarjo tersebut. Saat mengurungkan rencana bergabung dengan Borneo FC, Dwi Kus sempat terpikir untuk kembali ke Persela. Sebab, sejak awal dia memang tidak ingin pergi dari tim asal Kota Soto tersebut. Apalagi, dengan bergabung bersama Persela, Dwi Kus bisa dekat dengan istri dan anak-anaknya yang tinggal di Tuban.
Tapi, lagi-lagi belum ada titik temu antara dia dan manajemen Persela. Lalu, ke mana dia akan berlabuh? Dwi Kus menyebut sudah ada tim yang berkomunikasi dengan dirinya. Tapi, penjaga gawang 34 tahun itu belum mau menyebut nama klubnya.
Tapi, dari informasi yang diterima Jawa Pos, Dwi Kus bakal berlabuh ke Tira Persikabo. Sebab, tim asal Kota Hujan tersebut sedang membutuhkan kiper setelah melepas Angga Saputro ke Persebaya Surabaya. ’’Dwi Kus ke Tira Persikabo. Dia sudah pamitan ke sana. Saya juga sudah dikontak staf pelatih Persikabo dan mengabarkan Dwi Kus bakal ke sana,’’ ujar asisten pelatih Persela Didik ’’Pacul’’ Ludianto.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
