
Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Johar Lin Eng ditangkap polisi saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (27/12)
JawaPos.com - Kabar mengejutkan datang dari sepak bola Indonesia. Johar Lin Eng yang notabene merupakan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI justru diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor.
Satgas yang dibentuk Polri telah mengamankan Johar saat baru saja tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Kamis (27/12) pagi. Dia dibawa polisi karena diduga berperan dalam kasus mafia sepak bola Indonesia.
Johar akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Selain ancaman pidana, dia juga akan mendapat sanksi tegas dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pria kelahiran Semarang itu sebetulnya bukan nama baru dalam sepak bola Indonesia. Dia memiliki sepak terjang yang cukup tinggi dalam dunia si kulit bundar.
Sudah dua periode ini, Johar menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. Jabatan pertamanya diemban dalam kepengurusan 2013-2017. Tahun lalu, dia kembali terpilih sebagai ketua untuk periode 2017-2021.
Pada kepemipinan Edy Rahmayadi di PSSI, dia juga mendapatkan suara dari anggota untuk menduduki jabatan Exco. Johar terpilih dalam pemungutan suara di Kongres PSSI tahun lalu.
Akan tetapi, di balik sepak terjangnya, Johar Lin Eng ternyata pernah juga mendapat hukuman seumur hidup dilarang beraktivitas di industri sepak bola Indonesia. Hukuman itu jatuh saat PSSI dipimpin Djohar Arifin. Hukuman tersebut tertulis dalam surat bernomor 03/KEP/KDKHUSUS/III-2012 tertanggal 2 Maret 2012.
Kendati demikian, hukuman itu kemudian diputihkan setelah kasus sudah selesai. Kini, Johar terancam hukuman serupa dari Komdis PSSI usai dinyatakan terlibat dalam dugaan pengaturan skor.
"Kami ranahnya beda dengan polisi. Kalau polisi kan pidana, kami lebih ke kode disiplin. Misal, bisa dilarang aktivitas di sepak bola Indonesia, tak boleh masuk stadion, hingga denda," bilang Wakil Ketua Komdis, Umar Husein saat dihubungi JawaPos.com.
Tentu publik sepak bola Indonesia menanti pengungkapan kasus ini secara tuntas. Hal itu agar sepak bola Indonesia kembali bersih dari mafia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
