
Suporter PSM tetap gembira meski PSM gagal meraih trofi Liga 1 2018
JawaPos.com - Asa PSM Makassar untuk merengkuh gelar juara liga pupus. Artinya, selama 18 tahun PSM puasa trofi juara liga. Terakhir kali PSM juara pada musim 1999-2000.
Pada musim itu, putra daerah seperti Ansar Abdullah, Syamsuddin Batola, Rahman Usman, dan kolaborasi dengan pemain-pemain bintang seperti Bima Sakti hingga Kurniawan Dwi Yulianto, serta sejumlah nama legenda lainnya menjadi pengukir sejarah Juku Eja.
Namun, setelah itu PSM seperti kehilangan tajinya. Musim demi musim kompetisi dilewati tanpa meraih gelar juara. Memasuki musim 2017, PSM mulai berbenah. Pelan tapi pasti, mereka kembali menjadi tim yang diperhitungkan.
Hanya saja, PSM belum bisa meraih gelar juara Liga 1 2017. Dan, musim 2018 kembali gagal mewujudkan target juara. Di tikungan akhir, PSM disalip oleh Persija Jakarta.
Meski begitu, salah satu kelompok suporter PSM mengaku tak risau. Meskipun kekecewaan tak dapat dinafikan, namun mereka sama sekali tak ingin terlalu larut dalam kesedihan karena PSM gagal mewujudkan target juara.
"Kalau kecewa tentu saja. Itu pasti ada. Tapi melihat kondisi kompetisi seperti musim ini, kami tentu bertanya-tanya. Tapi tidak usah berlama-lama larut. Kami senang dan bangga meskipun juara fisik tidak di sini (Makassar) tapi PSM juara di hati kami semua," ungkap Sekjen Redgank (salah satu kelompok suporter PSM), Sadakati Sukma saat berbincang dengan JawaPos.com di Makassar, Senin (10/12).
Sadat sapaan akrab lelaki itu mengaku, tak begitu terbebani dengan status runner-up. Hal yang mendasar menurutnya adalah bagaimana tim ini menjadi satu kesatuan yang utuh dan tak terpisahkan dari seluruh suporter.
"Kami tetap bangga menjadi bagian dari PSM Makassar. Sekalipun tahun ini kembali belum bisa meraih juara. Kondisi ini semakin mempererat persaudaraan kami semua, suporter untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tim untuk bisa menjadi yang terbaik pada musim selanjutnya," jelasnya.
Kebanggaan terhadap tim kesayangan tak bisa ditukar dengan sesuatu yang hanya bersifat seremonial. Intinya lanjut Sadat, adalah bagaimana memberikan dukungan moral dan seluruh semangat agar ke depan PSM bisa menjadi lebih baik.
"Kami sangat bangga. Menjadi bagian dari tim ini (PSM) adalah sesuatu yang tidak bisa diukur dengan juara atau tidak. Meskipun itu yang dirindukan. Tim harus angkat kepala, juara tidak sebatas trofi tapi juara ada di hati kami semua," tegasnya.
Pencapaian pada musim ini bisa menjadi bahan evaluasi kembali. Tentunya supaya musim berikutnya PSM bisa mewujudkan target juara liga.
"Tentu itu harapan kami semua. Intinya bagaimana sekarang adalah memperbaiki, berbenah, dan kami selalu ada demi PSM," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
