
DEKAT DENGAN KELUARGA: Samsul Arif memperkuat Gresik United di Liga 2 2023–2024.
JawaPos.com - Mulai musim 2023–2024, Liga 1 akan menggunakan enam pemain asing. Situasi itu membuat slot pemain lokal senior untuk bersaing di Liga 1 kian sempit. Apalagi, setiap klub Liga 1 juga diwajibkan memainkan satu pemain U-23.
Sejak menembus level sepak bola profesional, Wildansyah, 36 tahun, selalu bermain di kompetisi strata teratas. Pemain berposisi defender itu pernah memperkuat Persib Bandung. Pernah juga bermain untuk Bali United, Madura United, Sriwijaya FC Palembang, dan terakhir Borneo FC Samarinda.
Namun, mulai musim 2023–2024, Wildansyah untuk kali pertama akan bermain di Liga 2. Dia telah meneken kontrak kerja sama dengan Persela Lamongan. Wildansyah bukan satu-satunya pemain dari Liga 1 yang merapat ke Liga 2.
Di PSIM Jogjakarta, ada Bhudiar Riza, 28, yang musim lalu berseragam Dewa United. Striker gaek Samsul Arif, 38, juga memutuskan bergabung dengan Gresik United. Sedangkan mantan kapten PSS Sleman Bagus Nirwanto, 30, memilih bergabung bersama Malut United.
Target lolos ke Liga 1 menurut Bagus jadi pertimbangan utama dia turun kasta ke Liga 2. Selain itu, menurutnya, bisa berkarier di Liga 2 jadi rezeki tersendiri. ’’Mungkin memang belum rezeki di Liga 1,’’ paparnya kepada Jawa Pos.
Selain nama-nama tersebut, masih banyak pemain Liga 1 musim lalu yang melipir ke Liga 2. Eks penyerang Persita Rishadi Fauzi, 32, misalnya yang dikabarkan akan merapat ke Gresik United dan eks gelandang Bali United Hariono, 37, yang disebut-sebut deal dengan PSIM Jogjakarta.
Ricky Nelson, pelatih sepak bola nasional, saat dihubungi Jawa Pos tadi malam memberikan pendapat mengenai fenomena itu. Menurut mantan pelatih Persipura Jayapura tersebut, situasi itu terjadi karena efek domino dari penerapan regulasi enam pemain asing di Liga 1.
Tapi, menurut Ricky, bukan berarti penerapan regulasi baru itu tidak berdampak baik. ’’Bagus buat pemain muda di Liga 1. Mereka bisa punya kesempatan bersaing dengan pemain asing,’’ ujar mantan pelatih Villa 2000 tersebut.
Tapi, lanjut Ricky, dalam sebuah kebijakan, pasti ada efek sampingnya. Saat ini, Ricky menilai efek samping yang terlihat adalah pemain-pemain Liga 1 marak pindah ke Liga 2.
’’Kalau pemain-pemain itu bertahan di Liga 1, sulit untuk mendapatkan kesempatan bermain. Sementara itu, ada tawaran bagus dari Liga 2. Dan, di Liga 2, mereka akan dapat peluang lebih banyak. Bahkan, bisa menjadi pemain inti,’’ ujar mantan pelatih Borneo FC Samarinda itu.
Ricky menilai, kehadiran pemain-pemain eks Liga 1 akan membuat Liga 2 musim 2023–2024 berjalan lebih menarik. Apalagi, mulai musim 2023–2024, Liga 2 akan menggunakan dua pemain asing.
’’Secara kualitas akan lebih baik. Semoga dengan adanya pemain asing dan pemain jebolan eks Liga 1, Liga 2 akan lebih meningkat. Nggak asal mengandalkan fisik, tapi juga ada tactical play-nya,’’ tegas pendiri klub Liga 3 Serpong City tersebut.
Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal menambahkan, alasan mendatangkan pemain-pemain Liga 1 ke timnya sederhana. Laskar Joko Tingkir –julukan Persela– ingin segera meninggalkan kompetisi kasta kedua.
Nah, untuk bisa promosi, Persela membutuhkan kedalaman skuad yang bagus. Salah satunya dengan mendatangkan pemain-pemain yang sudah berpengalaman di Liga 1. ’’Selain itu, alasan saya memakai jasa pemain Liga 1 tentunya agar tim juga bisa siap untuk Liga 2 tahun ini,’’ ucapnya melalui pesan singkat tadi malam.
Apakah keputusan mendatangkan pemain eks Liga 1 juga bertujuan meningkatkan daya tarik suporter untuk mendukung langsung Persela di stadion? ’’Suporter kami sangat fanatik. Mereka sudah pasti tentu selalu mendukung Persela,’’ tegasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
