
Persija Jakarta vs Bornoe FC di pertandingan Super Laegue di Jakarta Internasional Stadion, Jakarta, Senin (3/3/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com — Persija Jakarta menjamu Borneo FC berkesudahan imbang 2-2 setelah drama menegangkan terjadi di menit ke-94. Ikhsan Nur Zikrak muncul sebagai penyelamat lewat gol bola muntah yang membuyarkan kemenangan tuan rumah di detik terakhir.
Laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 itu berlangsung panas di Jakarta International Stadium, Selasa (3/3/2026) malam. Duel antara Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda benar-benar menyajikan pertarungan penuh tensi hingga peluit panjang berbunyi.
Memasuki babak kedua, Persija langsung mengambil inisiatif serangan saat menghadapi Borneo FC Samarinda. Tekanan tinggi diperagakan sejak menit awal demi memecah kebuntuan yang belum terpecahkan di paruh pertama.
Upaya itu akhirnya membuahkan hasil lewat gol Gustavo yang mencetak angka melalui sontekan tipis memanfaatkan umpan silang matang. Bola tak mampu dijangkau Nadeo Argawinata, dan Persija pun unggul 1-0. Gol tersebut membakar semangat Macan Kemayoran untuk terus menekan lini pertahanan Pesut Etam. Dukungan suporter di tribun JIS membuat atmosfer pertandingan semakin bergelora.
Borneo FC tak tinggal diam dan mencoba merespons dengan cepat. Tandukan Caxambu sempat mengancam, namun kiper Persija, Andritany Ardhiyasa, melakukan penyelamatan gemilang.
Tekanan demi tekanan dilancarkan tim tamu demi menyamakan kedudukan. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-62 melalui aksi Juan Villa. Juan Villa sukses menyamakan skor lewat sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke pojok gawang. Skor berubah menjadi 1-1 dan laga pun semakin terbuka.
Setelah kedudukan imbang, kedua tim bermain lebih agresif dan berani keluar menyerang. Jual beli serangan tak terhindarkan dengan tempo pertandingan yang terus meningkat.
Persija kembali memimpin pada menit ke-74 lewat aksi individu yang memukau. Fabio Calonego melepaskan tendangan roket dari luar kotak penalti yang membuat stadion bergemuruh.
Nadeo sempat menepis bola, namun derasnya laju si kulit bundar membuatnya tetap bersarang di gawang Borneo FC. Persija unggul 2-1 dan atmosfer pertandingan kian memanas.
Keunggulan itu membuat laga berjalan dalam tensi tinggi. Borneo FC meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.
Memasuki menit-menit akhir, duel semakin keras dan sarat pelanggaran. Kedua tim beberapa kali terpaksa melakukan tactical foul demi menghentikan serangan lawan.
Pada menit ke-87, Allano diganjar kartu kuning setelah melanggar Hirose dalam duel di sisi kanan pertahanan Borneo FC. Keputusan itu memicu protes kecil, namun pertandingan tetap dilanjutkan dengan pengawalan ketat dari wasit.
Hingga memasuki menit ke-92, skor masih 2-1 untuk keunggulan Persija. Para suporter tuan rumah mulai bersiap merayakan kemenangan yang sudah di depan mata.
Wasit A Setiawan kemudian memberikan tambahan waktu empat menit di babak kedua. Tambahan waktu itu menjadi panggung lahirnya drama yang tak terduga.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
