
Laurent Hatton digadang-gadang menjadi calon terkuat pelatih baru Persiba.
JawaPos.com - Manajemen Persiba Balikpapan tengah memburu pelatih baru menyusul mundurnya Timo Scheunemann pada Senin (1/5). Sejumlah kandidat mengemuka untuk dipilih satu yang terbaik. Namun, deretan calon mengerucut kepada satu nama, yakni pelatih yang baru dilepas PS TNI, Laurent Hatton.
Langkah cepat harus dilakukan Persiba jika tak ingin terus terpuruk di Liga 1. Padahal, pada awal tahun ekspektasi tinggi tersemat di Timo untuk mengangkat prestasi Beruang Madu. Tak tanggung-tanggung, pada 13 Januari lalu, manajemen berani menyodori kontrak berdurasi dua tahun.
Berbekal pengalaman menangani akademi sepak bola di Malang, Timo digadang-gadang mampu menyiapkan tim Persiba jangka panjang. Dengan harapan, saat memasuki Stadion Batakan, tim yang dibentuk sudah bisa berprestasi.
Namun, apa boleh dikata, nasib berkata lain. Dia hanya bertahan hingga pekan ketiga. Kekalahan beruntun yang diterima Persiba jadi alasannya, yakni tumbang 0-2 dari Persija Jakarta, 1-2 dari Perseru Serui, dan 0-1 dari Arema FC.
Sebelum tampil di kasta tertinggi, penampilan Marlon da Silva cs memang tidak terlalu menjanjikan. Hanya mampu meraih satu kemenangan saat ambil bagian di turnamen pramusim, anak-anak Kota Minyak juga melempem saat menggelar pertandingan uji coba. Bahkan, sempat kalah 1-2 dari tim kasta kedua, Martapura FC di Stadion Persiba pada 22 Maret lalu.
Sebagai pengganti, manajemen saat ini tengah menjalin komunikasi dengan empat juru taktik asing lainnya. Yakni, Milomir Seslija, Peter Butler, Sugao Kambe, dan Laurent Hatton. Tiga nama yang disebut pertama jelas tidak asing. Terutama Peter Butler. Nama itu sangat dekat dengan suporter Persiba.
Pria berpaspor Inggris tersebut pernah menangani Beruang Madu, dua periode. Yakni, pada 2006–2008 dan 2012. Kehadiran Peter tentu sangat dinanti para suporter karena gaya kepelatihannya yang bagus dan mampu memaksimalkan pemain muda. Sementara itu, Milomir Seslija pernah membawa Arema FC juara Piala Bhayangkara 2016. Kemudian, Laurent Hatton saat menukangi PS TNI belum mengalami kekalahan.
Meski belum tenar, nama Sugao Kambe juga layak diperhitungkan. Pria 55 tahun dari Jepang itu pernah dipercaya menukangi timnas Filipina (2002). Dan menangani salah satu tim elite di Jepang, Nagoya Grampus (2008).
Ketua umum Persiba Syahril HM Taher menuturkan, dari sederet nama tersebut, dia lebih condong mendatangkan Laurent Hatton. Sebab, pria Prancis itu mampu membuat permainan PS TNI lebih atraktif dan belum terkalahkan hingga pekan kedua. Milomir Seslija dan Peter juga berpeluang besar, namun masih dalam tahap negosiasi.
“Sebelumnya, kami terlalu terburu-buru dalam memilih pelatih. Ini tidak boleh terulang lagi. Artinya harus benar-benar selektif dalam memilih. Kami tidak mau terdegradasi,” terangnya.
Untuk sementara, kursi kepelatihan Persiba dipegang Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai asisten. “Kalau tidak ada halangan, hari Kamis (4/6) sudah ada pelatih baru. Siapa yang bergabung, ya itulah pelatihnya,” terang dia.
Ketua Balistik Hendrik Jadmiko menilai, langkah Timo menarik diri dari kursi kepelatihan terlalu dini. Dia beralasan, performa tim saat ini terus mengalami peningkatan, meski hasil akhirnya tetap menelan kekalahan. Saat menjamu Arema FC, Senin (1/5) di kandang lawan, misalnya, kekalahan 0-1 sangat wajar karena lawan punya kualitas yang lebih baik karena bermaterikan pemain bintang.
Namun, dalam laga tersebut, perbedaan kualitas pemain tidak terlihat. Pasukan Beruang Madu mampu mengimbangi permainan lawan, bahkan sempat membuat lini serang lawan frustasi. Pun kekalahan dari Persija di laga perdana. Itu lebih ke arah faktor kesiapan mental. Di mana laga pertama selalu menyulitkan. Tidak Persiba saja, tapi juga semua tim.
Sementara saat bertandang ke Perseru Serui kekalahan yang didapat karena faktor kelelahan. Perjalanan menuju Serui dari Malang memakan waktu sekira 12 jam. “Tiga laga awal Persiba memang cukup sulit. Jelas, dengan adanya peningkatan permainan, kami menyayangkan langkah Timo mengundurkan diri,” terangnya.
Apalagi, ucap pria yang akrab disapa Dalbo itu, pembentukan sebuah kesebelasan tidak bisa instan. “Butuh proses panjang tidak seperti seseorang yang memasak mi telur. Kalau masih bertahan, kami tetap percaya dia bisa membawa tim ini meraih kemenangan,” sambungnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
