
PSPS saat menghadapi Persih Tembilahan
JawaPos.com - Aksi pembakaran flare diujung laga dan pelemparan ke dalam stadion yang dilakukan suporter PSPS saat laga menjamu Persih Tembilahan pada 22 Juli lalu berbuah sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Sanksi tersebut berupa denda Rp 10 juta.
Terkait hal itu, asisten manajer PSPS, Alsitra, berharap kejadian buruk tersebut tidak terulang. Dia berharap suporter lebih dewasa dalam mendukung tim kebanggaan masyarakat Riau tersebut dan bukan justru merugikan tim akibat ulah suporter.
"Suporter harus lebih dewasa lagi. Karena kalau sudah mendapatkan sanksi tentu yang rugi kami juga. Kecuali kami kalah tentu lain persoalan, namun sanksi tersebut harus dihindari," ujarnya kepada Riau Pos (Jawa Pos Group).
Ditambahkannya mendapat sanksi tidak ada untungnya bagi tim. Justru malah nama Riau dan penyelenggara pertandingan menjadi jelek. Sehingga hal tersebut tidak boleh terulang kembali jika niatnya sama-sama mendukung skuad Asykar Bertuah. Karena menurutnya, jika sama-sama mendukung tentu tidak akan merugikan tim.
"Apalagi perjalanan masih panjang, PSPS juga masih berada dijalur yang tepat untuk melaju ke babak 16-besar. Buktinya melawan 757 Kepri Jaya FC kemarin kita berhasil membawa pulang tiga poin untuk mengamankan PSPS di posisi runner-up klasemen sementara Grup 1 Liga 2," jelasnya.
Terkait sanksi berupa denda sebesar Rp10 juta tersebut, Alsitra mengatakan mau tidak mau harus dibayar secepatnya. Apalagi tenggang waktu yang diberikan Komdis PSSI melalui surat yang ditandatangani oleh Ketua Komdis Asep Edwin Firdaus hanya 14 hari terhitung sejak surat diterima manajemen.
Di sisi lain, putusan Komdis PSSI terkait sanksi tersebut tidak dapat diajukan banding sesuai dengan pasal 118 kode disiplin PSSI. Bahkan jika kejadian serupa terulang di pertandingan berikutnya, sanksi akan dilipatgandakan untuk membuat efek jera.
"Tentunya kami tidak ingin terulang kembali dan semakin merugikan tim. Untuk itu mari sama-sama lebih dewasa lagi dan benar-benar tulus mendukung PSPS untuk menjaga marwah Riau," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
