Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00.01 WIB

Presiden FIFA Terancam Bui 5 Tahun! UEFA Siapkan Langkah Hukum untuk Gianni Infantino

Presiden FIFA Gianni Infantino (Flashscore) - Image

Presiden FIFA Gianni Infantino (Flashscore)

JawaPos.com - Perseteruan antara UEFA dan FIFA kini memasuki babak baru setelah badan sepak bola Eropa itu mempertimbangkan langkah hukum pidana terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino terkait rencana penjualan sebagian aset komersial Piala Dunia.

Mengutip laporan The Sun, Kamis (27/8/2026), UEFA telah mengajukan dokumen hukum setebal 60 halaman ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan Florida. Pengadilan tersebut berada di Miami dan memiliki yurisdiksi atas markas FIFA di Coral Gables.

Dalam dokumen tersebut, UEFA mempersoalkan rencana FIFA untuk menjual sekitar 20 persen kepemilikan atas aset turnamen dengan nilai mencapai 3,1 miliar poundsterling atau sekitar Rp70 triliun. UEFA menilai angka tersebut terlalu rendah dan mempertanyakan proses penentuan nilainya.

Menurut UEFA, penilaian tersebut tidak dilakukan melalui lelang terbuka dan kompetitif. Tidak ada pula penilaian independen yang digunakan untuk menguji apakah nilai yang ditawarkan sudah sesuai dengan harga pasar.

Persoalan menjadi semakin serius karena UEFA menyatakan tengah mempertimbangkan proses pidana berdasarkan hukum Swiss terhadap Infantino dan sejumlah pejabat FIFA lainnya.

UEFA mengacu pada Pasal 158 Kitab Undang-Undang Pidana Swiss yang berkaitan dengan dugaan pengelolaan secara kriminal. Jika nantinya terbukti bersalah, pelanggaran tersebut dapat membawa ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.

Meski demikian, Infantino belum dinyatakan bersalah. Langkah hukum tersebut juga masih berada pada tahap pertimbangan UEFA sehingga ancaman lima tahun penjara bukan berarti Presiden FIFA tersebut otomatis akan menjalani hukuman.

Rencana yang menjadi sumber konflik ini merupakan bagian dari skema yang disebut FIFA Forward Enterprises. Dalam proposal tersebut, 211 asosiasi anggota FIFA ditawari pembayaran sekitar 30 juta poundsterling selama empat tahun.

Proposal itu kemudian dibatalkan setelah mendapat kritik dan penolakan dari berbagai pihak. UEFA menilai pembayaran tersebut berpotensi menjadi insentif bagi anggota FIFA untuk menyetujui rencana penjualan sebagian aset komersial organisasi.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore