Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 06.30 WIB

Guendouzi Bikin Pendukung Lyon Murka, Selebrasi Berujung Keributan

Matteo Guendouzi mengaku mendapat hinaan terhadap keluarganya sepanjang pertandingan sebelum melakukan selebrasi yang memanaskan suasana di markas Lyon. Matteo Guendouzi terlibat keributan usai bantu Fenerbahce amankan tiket Liga Champions. (@matteoguendouzi/Instagram). - Image

Matteo Guendouzi mengaku mendapat hinaan terhadap keluarganya sepanjang pertandingan sebelum melakukan selebrasi yang memanaskan suasana di markas Lyon. Matteo Guendouzi terlibat keributan usai bantu Fenerbahce amankan tiket Liga Champions. (@matteoguendouzi/Instagram).

JawaPos.com - Gelandang Fenerbahce Matteo Guendouzi terlibat keributan usai timnya menyingkirkan Lyon pada leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (27/8). Mantan pemain Marseille itu menjadi sorotan setelah melakukan selebrasi provokatif di depan pendukung Lyon.

Guendouzi memang menjadi sasaran cemoohan sepanjang pertandingan di Groupama Stadium. Pemain asal Prancis itu bahkan harus ditahan rekan-rekannya ketika suasana mulai memanas setelah peluit panjang dibunyikan.

Dalam sebuah rekaman yang beredar, Guendouzi terlihat meneriakkan Allez l'OM (Majulah Olympique de Marseille) ke arah kamera di pinggir lapangan. Ungkapan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Marseille, klub yang menjadi rival berat Lyon di sepak bola Prancis.

Situasi kemudian semakin panas. Seseorang yang mengenakan seragam Lyon terlihat mendekati Guendouzi saat sang gelandang berjalan menuju lorong. Tidak lama kemudian, keributan antarpemain dan staf kedua tim pecah di lapangan hingga menjalar ke lorong menuju ruang ganti.

Lyon kemudian menyoroti tindakan Guendouzi melalui pernyataan resmi mereka. “Menit-menit akhir pertandingan ditandai dengan ketegangan tinggi setelah selebrasi provokatif Matteo Guendouzi di depan pendukung Lyon,” kata Lyon dikutip dari ESPN.

Guendouzi kemudian memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Ia mengaku merasa tidak dihormati oleh pendukung Lyon yang menurutnya telah melontarkan hinaan kepada keluarganya sepanjang pertandingan.

“Anda tahu, ketika ada 60 ribu orang menghina keluarga, ibu, dan anak-anak Anda, bahkan sebelum pertandingan dimulai, dan tidak ada seorang pun dari tim wasit yang meminta stadion untuk tenang,” kata Guendouzi usai laga.

Menurut Guendouzi, hinaan tersebut terus terdengar selama 90 menit, bahkan sejak pemanasan. Karena itu, ia merasa berhak memberikan respons terhadap provokasi yang diterimanya.

“Jika ingin saling meledek, maka harus berlaku dua arah. Mereka menghina ibu dan keluarga saya. Bagi saya, itu tidak menghargai,” ujarnya.

Guendouzi juga ditanya mengenai gestur tangan yang dilakukannya kepada pendukung Lyon, yang dikenal sebagai Jul sign. Gestur tersebut merupakan simbol yang dikaitkan dengan rapper asal Marseille, Jul.

Editor: Hendra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore