
Matteo Guendouzi mengaku mendapat hinaan terhadap keluarganya sepanjang pertandingan sebelum melakukan selebrasi yang memanaskan suasana di markas Lyon. Matteo Guendouzi terlibat keributan usai bantu Fenerbahce amankan tiket Liga Champions. (@matteoguendouzi/Instagram).
JawaPos.com - Gelandang Fenerbahce Matteo Guendouzi terlibat keributan usai timnya menyingkirkan Lyon pada leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (27/8). Mantan pemain Marseille itu menjadi sorotan setelah melakukan selebrasi provokatif di depan pendukung Lyon.
Guendouzi memang menjadi sasaran cemoohan sepanjang pertandingan di Groupama Stadium. Pemain asal Prancis itu bahkan harus ditahan rekan-rekannya ketika suasana mulai memanas setelah peluit panjang dibunyikan.
Dalam sebuah rekaman yang beredar, Guendouzi terlihat meneriakkan Allez l'OM (Majulah Olympique de Marseille) ke arah kamera di pinggir lapangan. Ungkapan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Marseille, klub yang menjadi rival berat Lyon di sepak bola Prancis.
Situasi kemudian semakin panas. Seseorang yang mengenakan seragam Lyon terlihat mendekati Guendouzi saat sang gelandang berjalan menuju lorong. Tidak lama kemudian, keributan antarpemain dan staf kedua tim pecah di lapangan hingga menjalar ke lorong menuju ruang ganti.
Lyon kemudian menyoroti tindakan Guendouzi melalui pernyataan resmi mereka. “Menit-menit akhir pertandingan ditandai dengan ketegangan tinggi setelah selebrasi provokatif Matteo Guendouzi di depan pendukung Lyon,” kata Lyon dikutip dari ESPN.
Guendouzi kemudian memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Ia mengaku merasa tidak dihormati oleh pendukung Lyon yang menurutnya telah melontarkan hinaan kepada keluarganya sepanjang pertandingan.
“Anda tahu, ketika ada 60 ribu orang menghina keluarga, ibu, dan anak-anak Anda, bahkan sebelum pertandingan dimulai, dan tidak ada seorang pun dari tim wasit yang meminta stadion untuk tenang,” kata Guendouzi usai laga.
Menurut Guendouzi, hinaan tersebut terus terdengar selama 90 menit, bahkan sejak pemanasan. Karena itu, ia merasa berhak memberikan respons terhadap provokasi yang diterimanya.
“Jika ingin saling meledek, maka harus berlaku dua arah. Mereka menghina ibu dan keluarga saya. Bagi saya, itu tidak menghargai,” ujarnya.
Guendouzi juga ditanya mengenai gestur tangan yang dilakukannya kepada pendukung Lyon, yang dikenal sebagai Jul sign. Gestur tersebut merupakan simbol yang dikaitkan dengan rapper asal Marseille, Jul.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
