Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 06.55 WIB

Skotlandia Cabut Dukungan, Gianni Infantino Makin Tertekan Jelang Pemilu FIFA

SFA resmi menarik dukungan untuk Gianni Infantino jelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Tekanan terhadap kepemimpinannya kian besar. (Instagram @gianni_infantino) - Image

SFA resmi menarik dukungan untuk Gianni Infantino jelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Tekanan terhadap kepemimpinannya kian besar. (Instagram @gianni_infantino)

JawaPos.com - Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) resmi menarik dukungannya terhadap Gianni Infantino. SFA memastikan tidak akan memberikan suara kepada Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Maroko.

Chief Executive SFA Ian Maxwell mengatakan keputusan tersebut diambil karena pihaknya kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA. Sikap Skotlandia juga sejalan dengan posisi UEFA yang sebelumnya menyatakan adanya persoalan serius terkait tata kelola dan proses pengambilan keputusan FIFA.

"Kami telah menyelaraskan diri dengan posisi UEFA. Ada kurangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA dan SFA sepenuhnya menyetujui keputusan tersebut," kata Maxwell kepada BBC Sport.

Maxwell menegaskan SFA memilih mengikuti sikap bersama 55 asosiasi anggota UEFA yang telah membahas persoalan tersebut. Menurutnya, suara bersama puluhan negara Eropa dinilai lebih kuat dibandingkan keputusan yang diambil secara individual.

Keputusan Skotlandia menambah tekanan terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya. Sebelumnya, Inggris, Wales, dan Republik Irlandia juga telah menarik dukungan terhadap mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut.

Perselisihan antara FIFA dan UEFA menguat setelah muncul rencana FIFA Forward Enterprise atau FFE. Perusahaan tersebut diproyeksikan menangani hak komersial dan operasional kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

Dalam proposal awal, FIFA membuka kemungkinan penjualan kepemilikan minoritas hingga 20 persen kepada investor swasta. Rencana tersebut memicu penolakan keras dari sejumlah konfederasi dan asosiasi sepak bola karena menyangkut pengelolaan aset komersial kompetisi FIFA.

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menentang rencana tersebut. Pada akhir Juli, 55 asosiasi anggota UEFA menyatakan penolakan bersama dan mengancam tidak mengikuti kompetisi FIFA selama proposal tersebut masih berjalan.

Rencana FFE kemudian dihentikan setelah mendapat tekanan luas. Namun, persoalan tersebut tidak serta-merta mengakhiri konflik antara FIFA dan UEFA.

Sejumlah pihak justru menilai polemik FFE memperlihatkan persoalan yang lebih besar terkait tata kelola FIFA dan kepemimpinan Infantino.

Organisasi nirlaba FairSquare bahkan meminta FIFA menyatakan Infantino tidak memenuhi syarat untuk kembali mencalonkan diri. Mereka mempersoalkan cara FIFA menghitung masa jabatan Infantino berdasarkan aturan batas periode kepresidenan.

Editor: Hendra
Sumber: BBC Sport
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore