
Trevoh Chalobah resmi meninggalkan Chelsea setelah hampir 20 tahun. Bek Inggris itu melanjutkan karier bersama Como di Serie A. (Dok. Chelsea)
JawaPos.com - Trevoh Chalobah resmi meninggalkan Chelsea dan melanjutkan karier bersama Como setelah hampir dua dekade membela klub asal London tersebut. Bek serbabisa itu mengakhiri perjalanan dari akademi hingga menjadi bagian penting tim utama The Blues.
Kepergian Chalobah terjadi setelah ia menjalani musim terakhir yang produktif bersama Chelsea. Ia tampil 47 kali di seluruh kompetisi, terbanyak di antara bek tengah klub, serta mencetak tiga gol.
Perjalanan Chalobah bersama Chelsea dimulai ketika ia bergabung dengan akademi sebagai pemain U-9. Ia mengikuti jejak sang kakak, Nathaniel Chalobah, yang lebih dulu berada di klub tersebut.
Chalobah menjadi bagian dari tim Chelsea yang menjuarai UEFA Youth League pada 2016. Setahun kemudian, ia turut membawa tim muda Chelsea meraih FA Youth Cup secara beruntun.
Ia bahkan mencetak gol pada semifinal dan final kompetisi tersebut pada 2017. Setelah menuntaskan fase akademi, Chalobah menjalani masa peminjaman di Ipswich Town, Huddersfield Town, dan Lorient untuk mendapatkan pengalaman di level senior.
Setelah kembali dari masa peminjaman, Chalobah menjadi anggota permanen skuad Chelsea tidak lama setelah ulang tahunnya yang ke-22. Ia langsung mendapat kesempatan tampil di panggung besar.
Debut senior Chalobah bersama Chelsea terjadi di UEFA Super Cup melawan Villarreal di Belfast. Ia tampil penuh dan membantu The Blues menang melalui adu penalti sekaligus meraih trofi pada laga pertamanya.
Beberapa hari kemudian, Chalobah menjalani debut di Premier League dan langsung mencetak gol. Tembakan jarak jauhnya membantu Chelsea mengalahkan Crystal Palace 3-0 di Stamford Bridge.
Kemampuan bermain di sejumlah posisi dan ketenangannya menghadapi pertandingan besar membuat Chalobah semakin dipercaya. Pada musim debutnya, ia menjadi starter dalam final League Cup dan FA Cup, meski Chelsea hanya mampu mencatat clean sheet tanpa mengangkat trofi dari dua pertandingan tersebut.
Namun, Chalobah tetap mendapatkan trofi pada musim tersebut melalui keberhasilan Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub. Momen itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pemain yang sejak kecil mendukung Chelsea.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022