
Presiden FIFA Gianni Infantino saat bersama Presiden UEFA Aleksander Ceferin (Al-Jazeera)
JawaPos.com - UEFA mungkin terpaksa merealisasikan ancaman mereka untuk memboikot turnamen FIFA dalam waktu satu bulan, apalagi setelah Gianni Infantino menolak tunduk pada tekanan yang kian membesar agar ia mundur dari jabatan sebagai presiden FIFA.
Alih-alih mengundurkan diri, Infantino justru mengambil langkah memperkuat posisinya; FIFA menyatakan — setelah tujuh jam perundingan krisis di Maroko — bahwa ia tetap mendapat 'dukungan penuh' menyusul kegagalan upayanya memasukkan investasi swasta ke dalam Piala Dunia dan turnamen lainnya.
FIFA menegaskan mereka 'tidak akan lagi menoleransi serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan prosedur yang semestinya' serta akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi nama baik mereka. Namun, UEFA menolak untuk mundur.
Menurut laporan The Sun, UEFA menyatakan sikap dukungan FIFA terhadap Infantino 'tidak mengubah apa pun' dan menegaskan kembali ancaman boikot mereka. Hal ini menjadi peringatan bagi FIFA menjelang turnamen internasional mereka berikutnya, Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia, yang akan dimulai pada 5 September.
"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah menyatakan dengan sangat jelas mengenai syarat-syarat terkait partisipasi dalam kompetisi FIFA," demikian bunyi pernyataan tersebut.
"Pertama, usulan untuk menjual hak atas kompetisi-kompetisi utama harus ditarik kembali. Kedua, harus ada jaminan upaya untuk merusak esensi permainan dengan cara seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat ini belum dipenuhi."
Serikat pemain global FIFPRO juga mengecam apa yang mereka sebut sebagai 'penyalahgunaan kekuasaan presiden yang sangat parah'. Sementara CONMEBOL — yang biasanya menjadi sekutu Infantino — mengkritik 'tindakan sepihak berulang kali yang dilakukan tanpa melalui dialog'.
Baca Juga:FIFA Cairkan Hadiah Piala Arab kepada Yordania Setelah Tertunggak dan Picu Kritik Asosiasi
Dengan sikap Infantino yang menolak mundur, UEFA kini mungkin harus mendukung kandidat pesaing menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 — sebuah pemilihan di mana ia sebelumnya diprediksi akan menang tanpa lawan untuk masa jabatan keempat.
Nasib sejumlah turnamen kini menjadi tidak pasti dalam kurun waktu tersebut jika tidak ada kesepakatan yang tercapai, dimulai dengan Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia pada September ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022