Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 17.44 WIB

Mengapa Manchester United Tak Pernah Beli Pemain Seharga £100 Juta? Begini Strategi Baru INEOS

Strategi INEOS fokus transfer tepat dengan batas harga dan efisiensi bangun skuad Manchester United. (Istimewa) - Image

Strategi INEOS fokus transfer tepat dengan batas harga dan efisiensi bangun skuad Manchester United. (Istimewa)

JawaPos.com - Manchester United dikenal sebagai salah satu klub dengan pengeluaran besar di bursa transfer. Namun di balik reputasi tersebut, ada satu fakta menarik yang masih bertahan hingga musim panas 2026. Setan Merah belum pernah mengeluarkan dana hingga £100 juta untuk mendatangkan satu pemain.

Padahal, nilai transfer fantastis tersebut sudah menjadi hal lumrah bagi sejumlah klub elite Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool hingga Tottenham Hotspur sudah pernah melakukannya. Sementara United justru memilih jalur berbeda.

Keinginan merekrut pemain dengan harga £100 juta sebenarnya sempat muncul pada musim panas 2018. Saat itu, Ed Woodward yang masih menjabat sebagai petinggi klub dikabarkan siap menggelontorkan dana besar demi mendatangkan bek tengah baru.

Nama Raphael Varane disebut sebagai target utama. Bek asal Prancis itu baru saja meraih gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan mengangkat trofi Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis.

Namun, transfer tersebut tak pernah mendekati kenyataan karena Varane masih menjadi bagian penting Los Blancos. Ironisnya, Varane baru bergabung ke Old Trafford pada 2021 dengan nilai transfer yang jauh lebih rendah dibanding rencana awal.

Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013, Manchester United telah menghabiskan lebih dari £2 miliar untuk belanja pemain. Meski demikian, mereka belum pernah menyentuh angka £100 juta untuk satu transfer.

Rekor pembelian termahal klub hingga kini masih dipegang Harry Maguire yang direkrut dari Leicester City pada 2019 dengan nilai sekitar £80 juta. Sebelumnya, Paul Pogba juga sempat menjadi rekrutan termahal dunia ketika kembali ke Manchester United pada 2016 dengan biaya sekitar £89 juta.

Perubahan arah kebijakan mulai terlihat setelah Omar Berrada bergabung sebagai CEO pada 2024. Mantan petinggi Manchester City itu membawa filosofi yang lebih disiplin dalam mengelola belanja pemain.

Di City, Berrada terbiasa bekerja dengan batas harga tertentu sebelum klub akhirnya bersedia mengeluarkan dana besar untuk pemain yang benar-benar dianggap layak. Pendekatan serupa kini diterapkan di Manchester United.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore