Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 19.07 WIB

Terbongkar, Begini Cara Spanyol Menjadi Juara Piala Dunia 2026

Spanyol sebagai juara Piala Dunia FIFA 2026 (Bein Sports)

JawaPos.com - Ketika peluit panjang berbunyi di final Piala Dunia 2026, muncul satu pertanyaan besar yang sulit dijawab: bagaimana mungkin Spanyol yang tidak dianggap sebagai tim paling bertabur bintang justru tampil sebagai juara dengan performa yang begitu dominan?

Di atas kertas, banyak negara memiliki materi pemain yang lebih mentereng. Prancis datang dengan lini serang mematikan, Argentina masih diperkuat Lionel Messi, sementara Inggris memiliki sederet pemain elite di hampir semua posisi. Namun, ketika turnamen berakhir, Spanyol yang mengangkat trofi.

Yang lebih menarik, mereka bahkan mencatatkan salah satu performa paling dominan dalam sejarah Piala Dunia.

Juara Tanpa Bergantung pada Nama Besar

Melansir ESPN, jika melihat susunan pemain Spanyol, tidak banyak sosok yang benar-benar dianggap sebagai superstar global di setiap lini.

Di sektor pertahanan, Pedro Porro dan Marc Cucurella baru saja menjalani musim yang biasa saja bersama klub masing-masing. Aymeric Laporte bahkan telah meninggalkan sepak bola Eropa menuju Liga Pro Saudi.

Di lini depan pun situasinya tidak jauh berbeda. Álex Baena lebih sering menjadi pelapis di Atletico Madrid, sementara Mikel Oyarzabal sudah lama tidak menjalani musim dengan produktivitas gol tinggi. Bahkan Lamine Yamal, pemain yang paling disorot, hanya mengakhiri turnamen dengan satu gol tanpa assist.

Namun justru di situlah letak kekuatan Spanyol. Mereka tidak bergantung pada aksi individu, melainkan pada sistem permainan yang membuat seluruh tim tampil sebagai satu kesatuan.

Teori Rodri

Jika ada satu alasan utama mengapa Spanyol berhasil menjadi juara, jawabannya ada di lini tengah. Bisa dibilang, Piala Dunia modern dimenangkan oleh tim yang memiliki lini tengah terbaik.

Rodri menjadi simbol sempurna dari teori tersebut. Sang kapten tampil luar biasa sepanjang turnamen hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia.

Bersamanya, Fabián Ruiz mampu mengontrol ritme permainan, sementara Dani Olmo menjadi penghubung sempurna antara lini tengah dan lini depan melalui pressing yang agresif serta kreativitasnya.

Yang membuat Spanyol semakin menakutkan adalah kedalaman skuad mereka.

Saat Rodri, Ruiz, atau Olmo ditarik keluar, Luis de la Fuente masih bisa memasukkan Pedri, Martín Zubimendi, dan Mikel Merino tanpa menurunkan kualitas permainan sedikit pun. Jarang ada tim nasional yang memiliki kemewahan seperti itu.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore