Spanyol sebagai juara Piala Dunia FIFA 2026 (Bein Sports)
JawaPos.com - Ketika peluit panjang berbunyi di final Piala Dunia 2026, muncul satu pertanyaan besar yang sulit dijawab: bagaimana mungkin Spanyol yang tidak dianggap sebagai tim paling bertabur bintang justru tampil sebagai juara dengan performa yang begitu dominan?
Di atas kertas, banyak negara memiliki materi pemain yang lebih mentereng. Prancis datang dengan lini serang mematikan, Argentina masih diperkuat Lionel Messi, sementara Inggris memiliki sederet pemain elite di hampir semua posisi. Namun, ketika turnamen berakhir, Spanyol yang mengangkat trofi.
Yang lebih menarik, mereka bahkan mencatatkan salah satu performa paling dominan dalam sejarah Piala Dunia.
Melansir ESPN, jika melihat susunan pemain Spanyol, tidak banyak sosok yang benar-benar dianggap sebagai superstar global di setiap lini.
Baca Juga:Usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres dan Marcos Llorente Liburan ke Ibiza
Di sektor pertahanan, Pedro Porro dan Marc Cucurella baru saja menjalani musim yang biasa saja bersama klub masing-masing. Aymeric Laporte bahkan telah meninggalkan sepak bola Eropa menuju Liga Pro Saudi.
Di lini depan pun situasinya tidak jauh berbeda. Álex Baena lebih sering menjadi pelapis di Atletico Madrid, sementara Mikel Oyarzabal sudah lama tidak menjalani musim dengan produktivitas gol tinggi. Bahkan Lamine Yamal, pemain yang paling disorot, hanya mengakhiri turnamen dengan satu gol tanpa assist.
Namun justru di situlah letak kekuatan Spanyol. Mereka tidak bergantung pada aksi individu, melainkan pada sistem permainan yang membuat seluruh tim tampil sebagai satu kesatuan.
Jika ada satu alasan utama mengapa Spanyol berhasil menjadi juara, jawabannya ada di lini tengah. Bisa dibilang, Piala Dunia modern dimenangkan oleh tim yang memiliki lini tengah terbaik.
Rodri menjadi simbol sempurna dari teori tersebut. Sang kapten tampil luar biasa sepanjang turnamen hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia.
Bersamanya, Fabián Ruiz mampu mengontrol ritme permainan, sementara Dani Olmo menjadi penghubung sempurna antara lini tengah dan lini depan melalui pressing yang agresif serta kreativitasnya.
Yang membuat Spanyol semakin menakutkan adalah kedalaman skuad mereka.
Saat Rodri, Ruiz, atau Olmo ditarik keluar, Luis de la Fuente masih bisa memasukkan Pedri, Martín Zubimendi, dan Mikel Merino tanpa menurunkan kualitas permainan sedikit pun. Jarang ada tim nasional yang memiliki kemewahan seperti itu.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
