Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 17.24 WIB

Viral Konspirasi Argentina ‘Dipaksa’ Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Timnas Argentina saat kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. (FIFA) - Image

Timnas Argentina saat kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. (FIFA)

JawaPos.com - Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia 2026 masih menjadi perbincangan hangat. Sekarang, muncul teori konspirasi yang menyebut La Albiceleste - julukan Timnas Argentina - ‘dipaksa’ kalah dalam laga pamungkas tersebut.

Argentina menelan kekalahan pahit dari Spanyol dengan skor tipis 0-1 dalam partai final Piala Dunia 2026. Permainan La Albiceleste dalam laga tersebut menjadi sorotan besar, karena tidak mencatat satu pun tembakan yang mengarah ke gawang selama 120 menit pertandingan berlangsung.

Setelah performa buruk tersebut menjadi sorotan, muncul pula teori konspirasi yang menyebut Argentina jadi tumbal mafia di media sosial seperti X, instagram, TikTok, hingga Youtube. Jagat dunia maya dipenuhi unggahan yang menyebut Argentina sengaja ‘dikorbankan’ oleh kekuatan besar yang melibatkan FIFA, UEFA, hingga mafia.

Salah satu penyebab Argentina menjadi tumbal berkaitan dengan aksi sejumlah pemain yang mengibarkan spanduk bertuliskan ‘Las Malvinas son Argentina’ usai mengalahkan Inggris di semifinal. Spanduk tersebut mengacu peperangan yang melibatkan kedua negara tersebut dalam perebutan Pulau Malvinas pada 1982 silam.

Akibat pengibaran spanduk tersebut, muncul narasi bahwa ada pemain Argentina yang mendapat ancaman dari pihak yang tidak senang. Bahkan, disebutkan ada ancaman pembunuhan ke keluarga pemain dari mafia.

Akan tetapi, narasi tersebut dipastikan tidak benar. Dua organisasi pemeriksa fakta, Chequedo Argentina dan Maldita.es dari Spanyol menegaskan bahwa klaim-klaim yang beredar tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, teori konspirasi lainnya muncul dari potongan video Lionel Messi yang berbicara kepada rekan-rekannya sebelum pertandingan dimulai. Dalam video tersebut, Messi menyampaikan kalimat “Mari kita lupakan semuanya’ yang justru ditafsirkan warganet sebagai tanda bahwa ada masalah dalam ruang ganti Argentina.

Dalam video tersebut juga terlihat wajah Enzo Fernandez seperti habis menangis, sebelum akhirnya diganjar kartu merah dalam pertandingan melawan Spanyol. Narasi konspirasi tersebut lagi-lagi tidak benar adanya.

Maksud dari video Messi yang beredar luas tersebut adalah ia meminta kepada para pemain Argentina melupakan berbagai tekanan dan fokus menghadapi Spanyol di laga final. Enzo Fernandez sendiri juga dipastikan tidak menangis sebelum pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore