Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 02.40 WIB

Tampil Impresif di Piala Dunia 2026, Timnas Kolombia Resmi Pertahankan Nestor Lorenzo Jadi Pelatih

Kontrak Nestor Lorenzo sebagai pelatih Timnas Kolombia resmi diperpanjang. (@fifaworldcup_es/X). - Image

Kontrak Nestor Lorenzo sebagai pelatih Timnas Kolombia resmi diperpanjang. (@fifaworldcup_es/X).

JawaPos.com - Federasi Sepak Bola Kolombia memastikan bahwa Nestor Lorenzo akan tetap melanjutkan tugasnya sebagai pelatih setelah penampilan apik Kolombia di ajang Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan usai rapat komite eksekutif yang berlangsung pada Kamis (23/7) di Bogota.

"Dengan kesepakatan ini, federasi menegaskan kembali dukungannya terhadap proses teknis yang dipimpin oleh pelatih di tim nasional kita," tulis federasi lewat pernyataan resminya.

Meskipun demikian, federasi melalui situs resminya tidak mengungkapkan secara rinci durasi perpanjangan kontrak pelatih asal Argentina itu. Lorenzo sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih Kolombia pada 2022 dengan kontrak awal berdurasi empat tahun. Di bawah arahan Lorenzo, Kolombia menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, khususnya dalam hal pertahanan.

Dalam lima pertandingan di Piala Dunia, Kolombia hanya kebobolan satu gol, sebuah catatan impresif yang menjadi salah satu alasan utama perpanjangan kontrak sang pelatih. Kolombia sukses keluar sebagai juara grup K setelah menang 3-1 atas Uzbekistan, menang tipis 1-0 melawan RD Kongo, serta bermain imbang 0-0 kontra Portugal.

Pada fase gugur, Kolombia mengalahkan Ghana dengan skor 1-0 di babak 32 besar. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Swiss lewat adu penalti dengan skor 4-3, usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.

Sejak ditangani Lorenzo, Kolombia mencatatkan 31 kemenangan, 12 hasil imbang, dan delapan kekalahan. Tim itu juga tampil produktif dengan torehan 96 gol dan hanya kebobolan 44 kali secara keseluruhan.

Lorenzo menegaskan bahwa proyek pembangunan tim nasional akan terus berlanjut dengan fokus pada peningkatan kualitas permainan menyerang.

“Sekarang adalah waktunya untuk mengisi ulang energi dan melanjutkan pengembangan proyek ini. Kami akan terus membangun tim nasional yang lebih kuat, mempertahankan gaya bermain menyerang, dan mengejar tujuan yang jelas,” ujar Lorenzo dikutip dari ESPN.

Meski puas dengan performa timnya, Lorenzo mengaku bahwa kekalahan di babak adu penalti melawan Swiss menjadi momen paling menyakitkan selama turnamen.

“Adu penalti melawan Swiss merupakan momen paling menyakitkan karena mimpi kami di Piala Dunia harus berakhir. Tim selalu mengambil inisiatif di setiap pertandingan, bermain dengan menyerang, dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding lawan,” tambahnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore