
Kontrak Nestor Lorenzo sebagai pelatih Timnas Kolombia resmi diperpanjang. (@fifaworldcup_es/X).
JawaPos.com - Federasi Sepak Bola Kolombia memastikan bahwa Nestor Lorenzo akan tetap melanjutkan tugasnya sebagai pelatih setelah penampilan apik Kolombia di ajang Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan usai rapat komite eksekutif yang berlangsung pada Kamis (23/7) di Bogota.
"Dengan kesepakatan ini, federasi menegaskan kembali dukungannya terhadap proses teknis yang dipimpin oleh pelatih di tim nasional kita," tulis federasi lewat pernyataan resminya.
Meskipun demikian, federasi melalui situs resminya tidak mengungkapkan secara rinci durasi perpanjangan kontrak pelatih asal Argentina itu. Lorenzo sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih Kolombia pada 2022 dengan kontrak awal berdurasi empat tahun. Di bawah arahan Lorenzo, Kolombia menunjukkan performa yang cukup menjanjikan, khususnya dalam hal pertahanan.
Dalam lima pertandingan di Piala Dunia, Kolombia hanya kebobolan satu gol, sebuah catatan impresif yang menjadi salah satu alasan utama perpanjangan kontrak sang pelatih. Kolombia sukses keluar sebagai juara grup K setelah menang 3-1 atas Uzbekistan, menang tipis 1-0 melawan RD Kongo, serta bermain imbang 0-0 kontra Portugal.
Pada fase gugur, Kolombia mengalahkan Ghana dengan skor 1-0 di babak 32 besar. Namun, langkah mereka terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari Swiss lewat adu penalti dengan skor 4-3, usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Sejak ditangani Lorenzo, Kolombia mencatatkan 31 kemenangan, 12 hasil imbang, dan delapan kekalahan. Tim itu juga tampil produktif dengan torehan 96 gol dan hanya kebobolan 44 kali secara keseluruhan.
Lorenzo menegaskan bahwa proyek pembangunan tim nasional akan terus berlanjut dengan fokus pada peningkatan kualitas permainan menyerang.
“Sekarang adalah waktunya untuk mengisi ulang energi dan melanjutkan pengembangan proyek ini. Kami akan terus membangun tim nasional yang lebih kuat, mempertahankan gaya bermain menyerang, dan mengejar tujuan yang jelas,” ujar Lorenzo dikutip dari ESPN.
Meski puas dengan performa timnya, Lorenzo mengaku bahwa kekalahan di babak adu penalti melawan Swiss menjadi momen paling menyakitkan selama turnamen.
Baca Juga:Jurgen Klopp Resmi Jadi Pelatih Timnas Jerman, Dikontrak hingga 2030 dan Bidik Juara Piala Dunia
“Adu penalti melawan Swiss merupakan momen paling menyakitkan karena mimpi kami di Piala Dunia harus berakhir. Tim selalu mengambil inisiatif di setiap pertandingan, bermain dengan menyerang, dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding lawan,” tambahnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
