
Jose Mourinho ungkap alasan dipecat Tottenham Hotspur. (YouTube Beast Mode On).
JawaPos.com - Jose Mourinho akhirnya mengungkapkan dengan gamblang terkait keputusan Tottenham Hotspur yang memecatnya hanya enam hari sebelum final Carabao Cup musim 2020/2021.
Dalam wawancara di siniar (podcast) Beast Mode On pada 25 Juni 2026, Mourinho mengenang momen itu sebagai kejutan besar dalam kariernya. Mourinho menilai keputusan klub sangat sulit dipahami, terutama karena pertandingan final melawan Manchester City memiliki arti penting bagi tim dan para pemain.
“Saya tidak percaya. Saya tahu bahwa final itu digelar di Wembley yang hampir kosong… Manchester City mungkin hanya memiliki beberapa ribu suporter, tersebar di sisi utara atau selatan Wembley, begitu juga Tottenham hanya beberapa ribu. Jadi itu adalah Wembley yang kosong, tidak memberikan nuansa besar khas Wembley. Namun, tetap saja itu adalah final,” ujar Mourinho.
Pelatih berusia 63 tahun itu menegaskan bahwa pada saat itu Tottenham belum meraih trofi apa pun dalam beberapa tahun terakhir sejak 2008. Bahkan sejumlah pemain kunci seperti Harry Kane, Son Heung-min, dan Hugo Lloris belum pernah merasakan gelar bersama klub. “Bagi Tottenham saat itu, itu merupakan momen besar. Harry Kane belum punya gelar, Son juga belum, begitu pula Lloris bersama klub,” tambahnya.
Dilansir dari ESPN, Mourinho yang ditunjuk sebagai pelatih Tottenham Hotspur pada November 2019, dipecat pada April 2021 dan digantikan oleh Ryan Mason sebagai pelatih sementara. Pada akhirnya, Manchester City keluar sebagai juara setelah menang 1-0 di partai final.
Mourinho juga mengungkapkan bahwa perbedaan prioritas antara dirinya dan manajemen klub menjadi salah satu faktor di balik pemecatannya. Mourinho meyakini bahwa pemilik klub lebih fokus pada upaya lolos ke Liga Champions demi alasan finansial, ketimbang mengejar trofi.
Saat itu, Tottenham berada di peringkat ketujuh Premier League dan terpaut lima poin dari zona empat besar.
“Saya sepenuhnya fokus ke final (Carabao Cup). Kami memang memiliki pertandingan melawan Southampton (di Premier League) sebelum final, tetapi pikiran saya ada di final,” jelas Mourinho.
Mourinho bahkan mengungkapkan rencananya untuk mengistirahatkan Son Heung-min pada laga melawan Southampton demi menjaga kondisi sang pemain untuk final. Hal itu dilakukan karena Harry Kane sedang mengalami cedera dan diragukan tampil.
“Jika Harry tidak bisa bermain, maka Son harus menjadi striker. Bayangkan jika kami kehilangan Kane dan Son di final,” ujarnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
