
Tiga pemain bertahan yang menjadi starter untuk Viktoria Plzen saat menghadapi Barcelona di Liga Champions 2011 kini telah meninggal dunia. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebuah fakta menyentuh kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola Eropa. Tiga pemain bertahan yang menjadi starter untuk Viktoria Plzen saat menghadapi Barcelona di ajang Liga Champions 2011 kini telah meninggal dunia.
Pada pertandingan fase grup Liga Champions yang berlangsung di Camp Nou tersebut, Viktoria Plzen harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor telak 0-4. Tim asuhan Pep Guardiola kala itu tampil dominan dan meraih kemenangan berkat hattrick Lionel Messi serta satu gol tambahan dari Cesc Fabregas.
Namun lebih dari satu dekade setelah laga tersebut berlangsung, perhatian publik justru tertuju pada nasib tiga bek utama Viktoria Plzen yang tampil sejak menit pertama. Ketiga pemain tersebut adalah Frantisek Rajtoral, David Bystron, dan Marian Cisovsky.
Baca Juga:Bung Towel Pertanyakan Pemanggilan Muhammad Ferarri ke Timnas Indonesia, Layak atau Tidak?
Mereka merupakan bagian penting dari generasi emas Viktoria Plzen yang berhasil membawa klub asal Republik Ceko itu tampil kompetitif di level Eropa.
Kisah paling mengejutkan datang dari Frantisek Rajtoral. Mantan pemain tim nasional Republik Ceko itu meninggal dunia pada April 2017 dalam usia 31 tahun. Kepergiannya mengejutkan banyak pihak karena terjadi saat dia masih aktif bermain sepak bola profesional.
Pada tahun yang sama, dunia sepak bola Ceko kembali berduka setelah David Bystron juga meninggal dunia. Mantan bek tengah yang pernah memperkuat sejumlah klub besar di negaranya itu wafat pada usia 34 tahun.
Baca Juga:Sosok Ken Shellito, Legenda Chelsea yang Jadi Panutan Bojan Hodak dalam Memimpin Pemain Persib
Sementara itu, Marian Cisovsky menghadapi perjuangan berbeda. Mantan pemain asal Slovakia tersebut didiagnosis mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), penyakit saraf progresif yang juga dikenal sebagai penyakit neuron motorik. Setelah berjuang selama beberapa tahun melawan penyakit tersebut, Cisovsky meninggal dunia pada Juni 2020 dalam usia 40 tahun.
Ketiganya memiliki cerita hidup yang berbeda, tetapi sama-sama meninggalkan jejak penting dalam sejarah Viktoria Plzen. Rajtoral dikenal sebagai bek sayap yang rajin membantu serangan, Bystron menjadi sosok tangguh di lini belakang, sementara Cisovsky dikenang sebagai pemimpin yang disegani baik di dalam maupun luar lapangan.
Laga melawan Barcelona pada 2011 mungkin hanya satu bagian kecil dari perjalanan karier mereka. Namun kini pertandingan tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya persaingan sepak bola profesional, terdapat kisah-kisah manusia yang penuh perjuangan, tantangan, dan kenangan yang tidak akan terlupakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022