
Jose Mourinho gugat Federasi Sepak Bola Turki. (X/@ManUtd)
JawaPos.com - Pelatih kenamaan asal Portugal Jose Mourinho resmi mengajukan gugatan terhadap Federasi Sepak Bola Turki (TFF) ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) terkait sanksi disipliner yang dijatuhkan kepadanya. Pengaduan itu diajukan pada Maret 2025, ketika Mourinho masih menjabat sebagai pelatih Fenerbahce. Namun, aduan itu baru dipublikasikan pada pekan ini.
Dalam dokumennya, Mourinho menilai bahwa hak kebebasan berekspresinya telah dilanggar oleh TFF. Kasus itu bermula pada November 2024, ketika Mourinho dijatuhi hukuman larangan mendampingi tim selama satu pertandingan serta denda sebesar sembilan ratus ribu lira Turki (sekitar Rp 354 juta).
Sanksi itu diberikan setelah Mourinho secara terbuka mempertanyakan netralitas wasit dan ofisial pertandingan di kompetisi domestik. Selain itu, Mourinho juga dikenai denda tambahan sebesar 58.500 lira (sekitar Rp 23 juta) atas perilaku yang dianggap tidak sportif terhadap suporter lawan.
Dilansir dari ESPN, dalam gugatannya, pelatih berusia 63 tahun itu menilai bahwa keputusan yang diambil oleh Komite Disiplin dan Komite Arbitrase TFF tidak memenuhi prinsip independensi dan imparsialitas. Mourinho juga menuding bahwa Komite Arbitrase gagal memberikan keputusan yang disertai alasan yang jelas, sehingga melanggar haknya untuk mendapatkan akses terhadap proses peradilan yang adil.
Mourinho sendiri diketahui menghabiskan lebih dari 450 hari sebagai pelatih Fenerbahce sejak ditunjuk menjelang musim 2024/2025. Masa kepemimpinannya di klub raksasa itu pun diwarnai berbagai kontroversi, terutama terkait hubungannya dengan otoritas sepak bola Turki.
Sepanjang kariernya di Turki, Mourinho kerap melontarkan kritik keras terhadap sistem kompetisi. Mourinho bahkan pernah menyebut dirinya tengah melawan sistem dengan menyindir otoritas sepak bola dan perangkat pertandingan di Super Lig yang diduga bekerja sama melawan dirinya.
Situasi itu pun berujung pada pemecatan Mourinho oleh Fenerbahce pada Agustus 2025, hanya dua pertandingan setelah musim baru dimulai. Tidak lama setelah hengkang dari Turki, Mourinho melanjutkan kariernya dengan bergabung ke Benfica tiga pekan kemudian. Saat ini, Mourinho dikabarkan akan kembali berlabuh ke Real Madrid jika Florentino Perez memenangkan pemilihan presiden klub. Sementara itu, kasus yang diajukan Mourinho ke ECHR masih terus berlanjut.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
