
ilustrasi wasit. (FIFA)
JawaPos.com - Ranking FIFA menjadi salah satu tolok ukur kekuatan tim nasional di dunia. Posisi sebuah negara dalam daftar ranking tersebut tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga dipengaruhi oleh bobot kompetisi yang dijalani.
Masih banyak pencinta sepak bola yang mengira setiap kemenangan akan memberikan tambahan poin yang sama.
Faktanya, FIFA menerapkan sistem pengali atau bobot pertandingan yang berbeda-beda sesuai tingkat pentingnya sebuah kompetisi.
Dalam sistem perhitungan ranking FIFA, pertandingan persahabatan atau friendly match memiliki bobot paling rendah. Laga persahabatan yang dimainkan di luar kalender resmi FIFA Matchday hanya memiliki bobot 5. Sementara pertandingan persahabatan yang masuk kalender FIFA Matchday memiliki bobot 10.
Perbedaan bobot ini membuat kemenangan dalam laga uji coba tidak memberikan tambahan poin sebesar pertandingan resmi.
Karena itu, perubahan ranking setelah FIFA Matchday biasanya tidak terlalu signifikan dibandingkan turnamen atau kualifikasi.
Untuk kompetisi yang lebih kompetitif, FIFA memberikan bobot lebih tinggi. Pertandingan UEFA Nations League fase grup hingga babak 16 besar memiliki bobot 15, sedangkan semifinal hingga final bernilai 25.
Sementara itu, pertandingan Kualifikasi Piala Dunia maupun Kualifikasi Piala Asia mendapatkan bobot 25. Inilah alasan mengapa kemenangan atau kekalahan pada fase kualifikasi sering menghasilkan perubahan poin yang cukup besar dalam ranking FIFA.
Di level turnamen benua, nilai bobot kembali meningkat. Piala Asia, Euro, Gold Cup, hingga Piala Afrika memiliki bobot 35 untuk fase grup hingga babak 16 besar. Ketika memasuki perempat final hingga partai final, bobotnya naik menjadi 45.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
