
Bek legendaris Spanyol Sergio Ramos terancam gagal akuisisi Sevilla FC. (@SergioRamos/X).
JawaPos.com - Proses akuisisi klub Liga Spanyol Sevilla FC oleh konsorsium yang dipimpin legenda sepak bola Sergio Ramos dilaporkan mengalami kebuntuan dan berpotensi batal. Perbedaan pandangan antara pihak pembeli dan penjual menjadi penyebab utama runtuhnya negosiasi yang sebelumnya sempat mencapai kesepakatan awal.
Pada 12 Mei, konsorsium yang dipimpin Sergio Ramos disebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk membeli klub La Liga Sevilla dengan nilai sekitar EUR 444 juta (sekitar Rp 9,2 triliun). Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan tidak berlanjut setelah muncul ketidaksepakatan terkait struktur dan ketentuan transaksi.
Dilansir dari The Athletic, negosiasi Sevilla saat ini dianggap telah berakhir. Sementara itu, pihak yang dekat dengan Sergio Ramos meninggalkan pertemuan terakhir dengan kesan bahwa kesepakatan akan sulit tercapai, meski mereka masih menunggu konfirmasi resmi sebelum batas waktu eksklusivitas pada 31 Mei.
Baca Juga:Hugo Broos Resmi Rilis Skuad Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2026, Banyak Talenta Muda Dibawa
Dalam dua pekan terakhir, kedua pihak telah menggelar sejumlah pertemuan intensif. Pada pertemuan terbaru yang berlangsung pada Rabu (27/5), tim Sergio Ramos mengajukan proposal baru dengan perubahan signifikan dari kesepakatan awal.
Dalam skema baru itu, Ramos bersama perusahaan investasi Five Eleven dan investor asal Meksiko mengusulkan pembelian saham secara bertahap dengan kontribusi dana lebih besar melalui peningkatan modal. Proposal itu menawarkan pembayaran awal yang lebih kecil, tetapi dengan nilai ekuitas yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Sebelumnya, konsorsium Ramos direncanakan mengakuisisi 85 persen saham Sevilla senilai EUR 275 juta (sekitar Rp 5,7 triliun), sekaligus mengambil alih utang sebesar EUR 85 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dan berkomitmen menambah modal sebesar EUR 80 juta (sekitar Rp 1,6 triliun).
Namun dalam proposal baru, mereka hanya menawarkan EUR 100 juta (sekitar Rp 2 triliun) untuk 18 persen saham sebagai tahap awal. Skema itu akan membuat sebagian besar pemegang saham lainnya yang berjumlah sekitar 54.000 saham, tidak terlibat langsung dalam transaksi.
Selanjutnya, konsorsium berencana meningkatkan kepemilikan menjadi 60 persen melalui suntikan modal bertahap, dimulai dari EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) untuk mencapai 42 persen saham dan posisi kendali klub, sebelum melanjutkan peningkatan berikutnya.
Menurut sumber dari pihak Ramos, total nilai proposal baru mencapai EUR 335 juta (sekitar Rp 6,9 triliun), terdiri atas EUR 120 juta (sekitar Rp 2,4 triliun) peningkatan modal, EUR 133 juta (sekitar Rp 2,7 triliun) pembayaran langsung kepada pemegang saham, serta EUR 82 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) pembayaran tertunda.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
