Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 03.13 WIB

Andy Robertson Angkat Topi untuk Pep Guardiola di Perpisahan Emosional Bersama Liverpool

Andy Robertson menyampaikan salam perpisahan kepada para pendukung The Reds setelah memainkan pertandingan terakhirnya di Anfield pada akhir musim ini. (Dok. Instagram/@liverpoolfc) - Image

Andy Robertson menyampaikan salam perpisahan kepada para pendukung The Reds setelah memainkan pertandingan terakhirnya di Anfield pada akhir musim ini. (Dok. Instagram/@liverpoolfc)

JawaPos.com - Andy Robertson menutup perjalanannya bersama Liverpool dengan cara yang emosional. Bek kiri asal Skotlandia itu menyampaikan salam perpisahan kepada para pendukung The Reds setelah memainkan pertandingan terakhirnya di Anfield pada akhir musim ini.

Setelah sembilan tahun membela Liverpool dan mencatatkan 377 penampilan, Robertson resmi meninggalkan klub usai kontraknya berakhir. Laga kontra Brentford yang berakhir imbang 1-1 pada Minggu menjadi momen terakhirnya mengenakan seragam merah kebanggaan Anfield.

Namun, menariknya, di tengah suasana haru perpisahan tersebut, Robertson juga memberikan penghormatan khusus kepada sosok yang selama bertahun-tahun menjadi rival terbesar Liverpool di Premier League: Pep Guardiola.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Robertson menyebut Guardiola sebagai figur yang memaksa Liverpool berkembang hingga mencapai level tertinggi mereka.

“Bagi saya, ada dua orang lain yang meninggalkan klub hari ini yang cukup penting,” kata Robertson.

Pep Guardiola mendorong kami ke batas kemampuan yang benar-benar baru, saya pikir kita berdua akan setuju dengan itu. Dia mendorong kami ke batas kemampuan yang benar-benar baru dan seharusnya kami memenangkan lebih banyak gelar Premier League jika bukan karena dia. Dia adalah sosok yang sangat berdedikasi untuk Manchester City dan saya berharap yang terbaik untuknya.”

Pernyataan Robertson terasa sangat relevan jika melihat bagaimana sengitnya persaingan Liverpool dan Manchester City dalam beberapa musim terakhir. Era Guardiola di City memang memaksa Liverpool tampil nyaris sempurna hanya untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar.

Salah satu contohnya terjadi pada musim 2018–19. Saat itu Liverpool berhasil mengoleksi 97 poin, jumlah yang biasanya sudah cukup untuk menjadi juara. Namun, mereka tetap harus puas finis di posisi kedua karena City unggul satu poin saja.

Drama serupa kembali terjadi pada musim 2021–22. Liverpool terus menempel City hingga pekan terakhir kompetisi, tetapi lagi-lagi gagal mengangkat trofi Premier League.

Meski rivalitas kedua tim begitu panas di lapangan, ucapan Robertson menunjukkan adanya rasa hormat besar terhadap Guardiola. Persaingan Liverpool dan Manchester City selama beberapa tahun terakhir memang sering dianggap sebagai salah satu duel terbaik dalam sejarah Premier League modern.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore