
Manchester City gusur Arsenal di puncak klasemen Liga Inggris. (X/@ManCity)
JawaPos.com – Memasuki tikungan terakhir Premier League, Manchester City nyaris selalu menemukan cara untuk melaju lebih kencang. Di bawah komando Pep Guardiola sejak musim 2016–2017, The Citizens menjadikan lima laga pemungkas sebagai panggung unjuk konsistensi.
Catatannya impresif. Dalam sembilan musim terakhir, City tujuh kali menutup lima pertandingan akhir liga tanpa sekali pun menelan kekalahan. Dari total 45 pertandingan pada periode tersebut, mereka membukukan 37 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan. Itu setara dengan persentase kemenangan mencapai 82,22 persen—angka yang menegaskan betapa berbahayanya City saat kompetisi memasuki fase penentuan.
Musim 2024–2025 menjadi bukti terbaru. Sempat tercecer di peringkat kelima pada pekan ke-33, City merespons dengan empat kemenangan dan sekali seri dalam lima laga terakhir. Hasil itu mengangkat posisi mereka finis di peringkat ketiga. Bukan juara, tetapi cukup menunjukkan karakter khas tim Guardiola: tetap tancap gas hingga garis akhir.
Tradisi finis kuat itu bahkan kerap menjadi fondasi gelar. Pada musim 2023–2024, City menyapu bersih lima laga terakhir dengan kemenangan sempurna untuk mengunci trofi juara. Hal serupa terjadi pada 2018–2019 dan 2019–2020, ketika mereka menorehkan lima kemenangan beruntun di penghujung musim—meski pada 2019–2020 harus puas sebagai runner-up.
Ada memang pengecualian. Musim 2020–2021 dan 2022–2023 menjadi dua periode ketika City menelan kekalahan di lima laga terakhir. Namun, menariknya, keduanya tetap berakhir manis dengan gelar juara pada akhir musim. Artinya, margin kesalahan kecil pun tak lantas menggoyahkan dominasi mereka.
Fakta itu memperlihatkan satu pola: ketika memasuki lima pekan terakhir, City hampir selalu berada dalam mode terbaiknya. Stabil, klinis, dan efisien. Kombinasi yang selama hampir satu dekade menjadikan mereka standar konsistensi di Premier League.
Bagi para pesaing, statistik ini adalah alarm. Sebab, saat garis finis mulai terlihat, City justru biasanya baru benar-benar menekan pedal gas.
Manchester City punya rekor apik ketika memasuki fase akhir Premier League. Sejak ditangani Pep Guardiola pada musim 2016–2017, City tujuh kali melalui lima laga pemungkas tanpa kalah. The Citizens juga mencatatkan persentase kemenangan 82,22 (37 dari 45).
2024–2025
Menang: 4 | Seri: 1 | Kalah: 0
Posisi pekan ke-33: Peringkat kelima
Posisi akhir: Peringkat ketiga
2023–2024
Menang: 5 | Seri: 0 | Kalah: 0
Posisi pekan ke-33: Peringkat pertama
Posisi akhir: Juara
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Sassuolo vs Cesena di Coppa Italia: Jay Idzes Berpeluang Starter!
