
Performa Martin Odegaard disorot usai Arsenal hanya bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid. (ig @odegaard.98)
JawaPos.com–Arsenal harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Atletico Madrid di leg pertama semifinal Liga Champions. Laga ini memang dipenuhi drama penalti, tapi di balik itu, ada satu sorotan tajam, performa kapten tim Martin Odegaard.
Di pertandingan sebesar ini, kontribusi pemain kunci jadi penentu. Sayangnya, gelandang Arsenal Martin Odegaard justru tampil jauh dari ekspektasi.
Melansir Give Me Sport, dipercaya sebagai motor serangan, Odegaard sebenarnya sempat terlibat dalam proses terciptanya penalti Arsenal. Namun setelah itu, pengaruhnya nyaris menghilang.
Dia kesulitan mengontrol tempo permainan, minim kreativitas, dan gagal membuka ruang di lini pertahanan Atletico yang terkenal disiplin. Tak heran jika akhirnya dia ditarik keluar bahkan sebelum laga memasuki satu jam permainan.
Keputusan itu cukup menggambarkan betapa terbatasnya kontribusi sang kapten di malam tersebut. Kalau melihat angka, performa Odegaard memang sulit dibela. Dia hanya melakukan satu tembakan (itu pun diblok).
Dia tidak melakukan dribel sama sekali. Bahkan dia hanya terlibat dalam dua duel dan kehilangan bola beberapa kali.
Untuk pemain dengan peran sentral, statistik seperti ini jelas jauh dari kata ideal, terutama di semifinal Liga Champions. Penampilan ini bisa jadi bukan sekadar hari buruk. Dalam beberapa laga besar terakhir, Odegaard mulai terlihat kesulitan memberikan dampak maksimal.
Ini tentu jadi dilema untuk Mikel Arteta. Di satu sisi, Odegaard adalah kapten dan pemain penting dalam proyek tim. Di sisi lain, performa di lapangan tetap jadi tolok ukur utama.
Apalagi Arsenal punya opsi lain seperti Eberechi Eze atau talenta muda yang siap diberi panggung lebih besar. Dengan leg kedua yang akan digelar di Emirates Stadium, Arteta dihadapkan pada keputusan penting, tetap percaya pada Odegaard atau mulai mempertimbangkan perubahan di lini serang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
