
Mauricio Pochettino prihatin dengan kondisi Tottenham Hotspur. (@centredevils/X).
JawaPos.com - Eks pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengungkapkan kesedihannya melihat penurunan performa tim yang pernah ditanganinya dalam beberapa tahun terakhir. Pochettino menyebut kondisi Spurs saat ini sebagai sesuatu yang sangat menyedihkan.
Pochettino sebelumnya menangani Tottenham selama enam musim dari 2014 hingga 2019. Dalam periode itu, Pochettino sukses membawa tim mencapai final Final Liga Champions 2019 dan bersaing dalam perebutan gelar Premier League. Masa kepelatihannya dianggap sebagai salah satu era paling kompetitif bagi klub asal London itu dalam satu dekade terakhir.
Namun, sejak kepergian Pochettino Tottenham mengalami ketidakstabilan di kursi pelatih. Klub telah menunjuk tujuh pelatih permanen berbeda, termasuk pelatih terbaru Roberto De Zerbi yang saat ini tengah berupaya menyelamatkan tim dari ancaman degradasi dengan empat laga tersisa musim ini.
Meski sempat mengakhiri puasa gelar lewat keberhasilan menjuarai Liga Europa di bawah asuhan Ange Postecoglou musim lalu, performa Tottenham justru mengecewakan di liga. Spurs harus puas finis di posisi ke-17 klasemen liga Inggris 2024/2025 yang membuat mereka nyaris terdegradasi.
Dalam wawancara di podcast The Overlap yang dilansir dari ESPN, Pochettino mengaku masih memiliki kenangan indah bersama Spurs. Pochettino juga merasa prihatin terhadap kondisi klub saat ini, terutama terhadap para staf dan pendukung yang merasakan dampaknya.
“Ini sangat menyedihkan. Saya sangat mencintai Tottenham, klub ini akan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya, baik sebagai pelatih maupun sebagai pribadi. Saya tahu orang-orang di dalam klub dan para penggemar sedang menderita,” ujar Pochettino.
Pochettino juga menegaskan dirinya bangga dengan pencapaiannya selama melatih Tottenham, terutama mengingat berbagai keterbatasan yang dihadapi saat itu termasuk minimnya aktivitas transfer sebagai salah satu tantangan terbesar.
“Saat saya di sana, kami menjalani situasi yang luar biasa. Kami menyelesaikan pembangunan pusat latihan, stadion baru, dan sempat bermain di Wembley. Dalam kondisi tersebut, kami tetap kompetitif,” jelasnya.
Pochettino menambahkan bahwa Tottenham bahkan pernah melewati 18 bulan tanpa melakukan satu pun perekrutan pemain, yang menjadi rekor di Premier League. Menurutnya, meski klub memiliki dana, jumlah itu belum cukup untuk benar-benar membawa tim ke level juara.
“Tentu ada uang untuk dibelanjakan, tetapi tidak cukup untuk membuat kami selangkah lebih dekat menjadi juara. Kami bersaing, tetapi selalu kurang di langkah terakhir,” katanya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
