
Raphinha tanggapi kekalahan Barcelona dari Atletico Madrid di Liga Chapions. (@FabrizioRomano/X).
JawaPos.com - Barcelona harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari ajang Liga Champions usai kalah agregat 3-2 dari Atletico Madrid dalam duel dua leg yang penuh drama. Pada leg kedua yang berlangsung di markas Atletico, pertandingan sudah berjalan panas sejak menit awal. Gelandang muda Barcelona Fermin Lopez mengalami insiden mengerikan ketika wajahnya terkena sepatu kiper lawan, Juan Musso.
Lopez yang sedang berusaha menyundul bola harus menerima benturan keras dari kaki Musso yang keluar dari sarangnya. Sepatu sang kiper mengenai bagian wajah Lopez hingga menyebabkan darah mengucur deras dari hidung.
Dalam kondisi kesakitan, pemain berusia 22 tahun itu terlihat menutup wajahnya sambil berusaha menghentikan pendarahan menggunakan jersey-nya, tim medis juga segera masuk ke lapangan untuk memberikan pertolongan pertama.
Meski mengalami cedera cukup serius, Lopez mampu kembali ke lapangan hanya dalam hitungan menit dengan kondisi yang sudah jauh lebih bersih. Menariknya, insiden itu tidak berujung hukuman bagi Musso. Sang kiper lolos tanpa sanksi dari wasit meski melakukan pelanggaran berbahaya.
Berbeda dengan Musso, bek Barcelona Eric Garcia menerima kartu merah pada menit ke-79 setelah melakukan pelanggaran terhadap Alexander Sorloth. Hal itu membuat Blaugrana harus bermain dengan 10 orang hingga laga usai.
Sebelumnya, pada leg pertama, Barcelona juga merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan kontroversial. Pau Cubarsi menerima kartu merah setelah intervensi VAR dan klaim penalti akibat dugaan handball Marc Pubill tidak dikabulkan oleh wasit.
Baca Juga:Fakta Menarik Jelang Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Kurniawan Dwi Yulianto Punya Kedekatan Unik!
Pemain sayap Barcelona Raphinha yang absen dalam dua pertandingan karena cedera, secara terbuka mengkritik keputusan-keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya dalam leg pertama dan kedua. “Ini berkaitan dengan kepemimpinan wasit, bagi saya, ini adalah pertandingan yang dicuri. Bukan hanya yang ini, tetapi juga yang lainnya” ujar Raphinha dikutip dari TNT Sports.
Raphinha juga menyoroti inkonsistensi wasit dalam memberikan kartu kepada pemain Atletico Madrid. “Saya pikir kepemimpinan wasit sangat buruk. Keputusan-keputusan yang diambilnya sulit dipercaya. Atletico melakukan entah berapa banyak pelanggaran, dan memang dinilai, tetapi tidak diberikan kartu kuning,” lanjut Raphinha.
Raphinha mengakui bahwa kesalahan wasit adalah hal yang manusiawi, tetapi ia menilai kesalahan yang terus berulang dalam dua pertandingan menjadi hal yang patut dipertanyakan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
