
Selebrasi Fermin Lopez setelah cetak gol untuk Barcelona. (Urbanandsport/NurPhoto)
JawaPos.com – Fermin Lopez berkembang menjadi salah satu gelandang serang elit dunia dan laporan terbaru menunjukkan bahawa Barcelona telah mencapai kesepakatan lisan dengan lulusan La Masia ini.
Kabar mengenai perpanjangan kontrak pesepak bola berusia 22 tahun diperkirakan akan membuat sang maestro tetap berada di Catalunya hingga tahun 2031 mendatang. Kesepakatan tersebut sudah tercapai pada Senin, waktu setempat.
“Blaugrana meningkatkan negosiasi dengan pihak agen Fermin Lopez dengan kesepakatan baru tersebut dikatakan mencakup persyaratan yang jauh lebih baik untuk bintang yang sedang naik daun tersebut, serta klausul pelepasan senilai EUR 500 juta,” tulis Mundo Deportivo.
Chelsea mencoba untuk merayu Fermin pergi dari Barca pada jendela transfer musim panas 2025, tetapi ia memilih untuk tidak pindah ke Stamford Bridge, dan mengakui bahwa "prioritasnya selalu Barcelona."
Setelah sebagian besar digunakan sebagai pemain cadangan musim lalu, kini karier gelandang nomor punggung 12 ini telah menjadi pemain reguler di tim utama Hansi Flick yang memimpin La Liga sementara.
Fermin telah tampil dalam 25 pertandingan untuk Barcelona di semua kompetisi musim ini dan telah mengumpulkan lebih banyak kontribusi gol daripada yang ia raih sepanjang musim 2024/2025.
Pemain kelahiran El Campillo ini telah mencetak 10 gol dan 10 asis, sembilan di antaranya terjadi sejak awal tahun 2026. Lamine Yamal adalah satu-satunya pemain La Liga lainnya yang mencapai angka dua digit gol dan asis di semua kompetisi.
Setelah melakukan debutnya di bersama Blaugrana saat era kepelatihan Xavi Hernandez pada Agustus 2023 lalu, Fermin mengembangkan kemampuannya di bawah asuhan Hansi Flick di mana ia juga memiliki kreativitas dan fleksibilitas posisi di lapangan.
Sehingga tak diragukan lagi layak mendapatkan perpanjangan kontrak untuk tetap berada di Catalunya. Namun, seperti yang diungkapkan Fermin sendiri, perjalanannya untuk menjadi permata La Masia yang tak terbantahkan tidak selalu mudah selama masa akademinya.
“Saya merasa rendah diri dibandingkan rekan-rekan setim saya dan saya tidak bermain. Jadi ada saat di mana saya berkata ‘Saya akan pulang,’ dan saya sering menangis di La Masia dan saya mengalami masa-masa yang mengerikan,” terangnya kepada Mundo Deportivo.
“Terkadang saya berpikir untuk pulang dan meninggalkan semuanya. (Namun) saya bertekad harus menjadi lebih kuat dan saya pikir itu sangat membantu saya (untuk terus berkembang),” pungkas Fermin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
