
Bek Liverpool, Ibrahima Konate menangis usai mencetak gol ke gawang Newcastle. (Istimewa)
JawaPos.com - Ibrahima Konate merasa Liverpool pantas mendapatkan hadiah penalti saat kalah dari Paris Saint-Germain di leg kedua perempat final Liga Champions. Laga yang berakhir dengan skor 0-2 (aggregat 0-4) tersebut dimainkan di Anfield, Rabun(15/4).
Liverpool sebenarnya bisa mendapatkan penalti setelah Alexis Mac Allister dilanggar oleh Willian Pacho pada menit ke-63. Wasit Maurizio Mariani sudah menunjukkan titik putih, namun setelah melihat VAR pelanggaran tersebut tidak pantas mendapatkan penalti.
Menurut Ibrahima Konate, pelanggaran tersebut seharusnya bisa berbuah penalti untuk Liverpool. Jika saja penalti itu terjadi dan menjadi gol, hasil pertandingan mungkin berbeda.
"Saya rasa musim lalu kami pernah mendapatkan penalti seperti itu, saya pikir, dengan [Diogo] Jota. Saya tidak ingat pertandingan yang mana tepatnya. Bagi saya, itu jelas penalti. Saya berada tepat di belakang wasit di VAR tetapi dia tidak mengatakan itu penalti. Kemudian, kita harus menghadapinya. Tapi saya pikir saat ini jika kita mendapatkan penalti dan kita mencetak gol, itu akan sangat berbeda," kata Ibrahima Konate yang dikutip laman resmi Liverpool, Rabu (15/4).
Bek 26 tahun tersebut merasa tidak adil dengan kekalahan yang dialami Liverpool dari PSG. Sebab, Konate merasa Liverpool sudah bermain dengan sangat baik di leg kedua.
"Sejujurnya, kita bisa bilang ya dan tidak, karena saat kita bermain di sana mereka punya banyak peluang dan hanya mencetak dua gol. Tapi kita tahu di Anfield kita mungkin bisa melakukan sesuatu yang istimewa. Hari ini kita menciptakan banyak peluang dan saya rasa di lapangan kita adalah tim yang lebih baik hari ini. Itulah mengapa ini sedikit tidak adil," ujar Konate.
"Sama seperti musim lalu saat kita bermain melawan [PSG] di kandang, kita menciptakan banyak peluang, kita punya banyak kesempatan untuk mencetak gol, tetapi pada akhirnya mereka mungkin hanya punya satu atau dua peluang emas dan mereka mencetak gol. Inilah sepak bola. Sedih," lanjut Konate.
Pemain timnas Prancis tersebut mengakui bahwa level permainan Liverpool sedikit menurun. Namun, Konate tetap senang dengan performa Liverpool meski kalah dari PSG.
"Sedikit, setelah ini kita tidak boleh melupakan apa yang terjadi musim ini, banyak hal terjadi dan kita tidak boleh melupakannya. Kita mendatangkan pemain baru, semua hal ini. Tetapi pertandingan hari ini sangat berarti karena melawan PSG, saya pikir PSG musim ini sedikit lebih baik daripada musim sebelumnya dan untuk menampilkan performa seperti itu melawan mereka, saya tidak mengatakan kita harus senang, karena kita kalah, tetapi kita harus membangun dari itu dan menyadari betapa bagusnya kita," pungkas pemain 26 tahun tersebut.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
